JATIMTIMES - Industri rokok di Indonesia tengah berada dalam persaingan yang kian ketat. Munculnya banyak pemain baru, perubahan selera konsumen yang cepat, hingga tantangan distribusi membuat setiap perusahaan dituntut terus berinovasi. Di tengah kondisi itu, Pabrik Rokok (PR) Furoda asal Malang yang berdiri pada 2023 justru mampu bertahan dan menunjukkan eksistensinya di pasar.
Owner PR Furoda, Fariz Ardhiansyah, menegaskan bahwa kunci bertahan di industri ini ada pada keberanian melakukan inovasi serta strategi pemasaran yang tepat sasaran. Menurutnya, rokok bukan hanya soal rasa, melainkan juga soal seberapa kuat brand bisa dikenal masyarakat.
Baca Juga : Syekh Datuk Kahfi: Ulama Malaka, Guru Siti Jenar Perintis Caruban Larang
“Produk rokok itu bukan hanya soal rasa. Kalau konsumen tidak tahu keberadaan produk kita, tentu tidak akan laku. Jadi, marketing menjadi faktor penentu,” ungkapnya saat ditemui, Sabtu, (23/8/2025).
Fariz menjelaskan bahwa masyarakat sangat cepat memberikan penilaian terhadap rasa rokok. Oleh karena itu, menciptakan cita rasa yang khas menjadi tantangan sekaligus peluang. Ia menekankan bahwa inovasi tidak bisa berhenti karena pasar selalu berubah.
“Kami harus terus mencari inspirasi untuk menghasilkan produk yang punya karakter kuat. Rasanya harus langsung bisa diterima pasar,” tuturnya.
Saat ini PR Furoda memiliki enam varian produk kretek tangan (SKT). Semua dipasarkan dengan harga eceran yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat. “Kami menargetkan harga maksimal Rp10.000 per bungkus. Bahkan ada yang di bawah Rp9.000, agar tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas,” jelas Fariz.
Selain inovasi produk, strategi pemasaran juga menjadi sorotan utama PR Furoda. Perusahaan yang berbasis di Jawa Timur ini memilih untuk mengelola distribusi sendiri di wilayah setempat. Sementara untuk pasar di luar Jawa Timur, mereka menggandeng distributor dan agen. Bagi Fariz, strategi ini penting karena setiap daerah memiliki karakter konsumen yang berbeda. Dengan cara itu, perusahaan bisa memastikan produk tetap sampai ke konsumen dengan efektif.
“Promosi itu penting. Kalau konsumen tidak kenal, produk sebagus apapun tidak akan jalan,” tegasnya.
Meski baru dua tahun berjalan, PR Furoda telah menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan. Fariz menilai, konsistensi dalam berinovasi dan keberanian membaca tren adalah kunci untuk bertahan di tengah gempuran kompetisi. Ia percaya bahwa perusahaan tidak bisa hanya memproduksi tanpa memperhatikan pasar. Produk yang tidak sesuai kebutuhan konsumen, katanya, pasti akan sulit diterima. Karena itu, memahami tren konsumen adalah sebuah keharusan.
Baca Juga : Prediksi PSIM vs Persib: Maung Bandung Waspada Kejutan Laskar Mataram
Fariz juga menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti. Perusahaan sudah menyiapkan rencana menambah produk baru yang disesuaikan dengan selera pasar. Baginya, keberanian untuk terus menawarkan pembaruan adalah langkah penting agar PR Furoda tidak sekadar mengikuti arus, tetapi mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda.
Kehadiran PR Furoda sejak 2023 membuktikan bahwa pendatang baru tetap bisa eksis meski industri rokok nasional dikuasai pemain besar. Dengan mengandalkan inovasi rasa, strategi pemasaran kreatif, serta harga yang kompetitif, perusahaan ini berusaha menjawab tantangan zaman.
“Industri rokok menuntut kreativitas tanpa henti. Siapa yang bisa beradaptasi dan mendengar suara konsumen, dia yang akan bertahan,” pungkas Fariz.
