free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Kisah Harun Al Rasyid Menangis Mendengar Nasihat Seorang Zuhud

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

21 - Aug - 2025, 08:38

Placeholder
Ilustrasi kisah Khalifah Harun Al Rasyid (ist)

JATIMTIMES - Kisah hidup para khalifah kerap menyimpan pelajaran berharga yang tak lekang oleh zaman. Salah satunya adalah kisah Khalifah Harun Al Rasyid, penguasa besar Dinasti Abbasiyah, yang hatinya luluh dan menangis tersedu setelah mendengar nasihat seorang hamba Allah yang zuhud.

Cerita ini diabadikan dalam kitab Rawal al-Qashash atau Multaqath al-Hikayat karya ulama terkenal, Ibnu Al Jauzi. Dalam kitab tersebut, kisah ini dikisahkan kembali oleh Ibnu Sammak, seorang ulama yang dikenal karena kesederhanaan dan kezuhudannya.

Baca Juga : Kematian Balita di Situbondo Misterius, Orang Tua Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Suatu hari, Ibnu Sammak menemui Khalifah Harun Al Rasyid. Dengan ketulusan, ia menyampaikan pesan singkat namun penuh makna:

“Bertakwalah kepada Allah yang Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Ketahuilah bahwa engkau berada dalam kekuasaan Tuhanmu. Setelah itu, engkau akan menuju salah satu jalan yang tak memiliki pilihan ketiga selain surga atau neraka.”

Kalimat itu menghunjam ke dalam hati sang khalifah. Harun Al Rasyid, yang dikenal sebagai pemimpin berwibawa, tiba-tiba tak kuasa menahan air mata. Ia menangis deras hingga jenggotnya basah.

Menyaksikan pemandangan itu, salah satu menteri kepercayaan Harun Al Rasyid, Fadl bin Rabi, berusaha menenangkan. Ia mendekati Ibnu Sammak seraya berkata, “Mahasuci Allah. Insyaallah, Amirul Mukminin akan masuk surga. Bukankah beliau menegakkan perintah Allah dan taat dalam beribadah? Apakah masih ada keraguan dalam hal ini?”

Namun, jawaban itu tak membuat Ibnu Sammak terpengaruh. Ia justru kembali mendekati khalifah dan menegaskan,

“Wahai Amirul Mukminin, demi Allah, sesungguhnya ini (maksudnya harta, kedudukan, dan orang-orang di sekitarmu) kelak tidak akan bersamamu di akhirat. Maka bertakwalah kepada Allah dan lihatlah dirimu sendiri.”

Baca Juga : Inilah Aktivitas Pagi yang Bisa Menghalangi Rezeki Menurut Buya Yahya, Bikin Susah Kaya

Ucapan tersebut membuat tangisan Harun Al Rasyid semakin memilukan. Suasana yang tadinya penuh wibawa berubah menjadi penuh keharuan. Sang menteri pun terdiam, lidahnya kelu tanpa mampu menjawab sepatah kata pun.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa bahkan seorang khalifah, dengan segala kekuasaan dan kedudukannya, tetaplah manusia biasa yang kelak akan mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah. Tangisan Harun Al Rasyid mencerminkan kerendahan hati seorang pemimpin yang tersentuh oleh nasihat kebenaran.

Sebagaimana ditulis dalam kitab Ibnu Al Jauzi, pesan yang disampaikan Ibnu Sammak menegaskan betapa pentingnya kesadaran spiritual. Kekuasaan, jabatan, maupun pengaruh sosial tak akan menemani manusia di alam akhirat. Yang akan benar-benar bernilai hanyalah takwa dan amal kebaikan.

Bagi umat Islam masa kini, kisah ini dapat menjadi bahan renungan. Nasihat yang sederhana mampu menggugah hati, bahkan seorang pemimpin yang dikenal tegas sekalipun. Pesan yang disampaikan Ibnu Sammak bukan hanya relevan pada masa Harun Al Rasyid, melainkan juga menjadi pengingat lintas zaman: bahwa manusia, siapa pun dia, akan kembali pada dua jalan yang pasti, surga atau neraka.


Topik

Pendidikan Khalifah harus Al Rasyid kisah harun Al Rasyid zuhud



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya