JATIMTIMES - Peredaran narkoba di Kabupaten Gresik masih cukup menghawatirkan. Barang haram itu menyasar semua kalangan, mulai dari orang tua, pemuda hingga para pelajar.
Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Pemerintah Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, melibatkan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik. Mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba.
Baca Juga : Terungkap! Pemuda Karangsari Blitar Tewas Dibantai Usai Pesta Miras, 2 Pelaku Ditangkap di Malang
Pasalnya, wilayah Gresik selatan merupakan daerah perbatasan dengan Kota Surabaya. Sehingga, potensi peredaran barang terlarang itu cukup besar. "Antisipasi sangat diperlukan, khususnya memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat," kata Kepala Desa Kepatihan, Dodik Suprayogi, Sabtu 16 Agustus 2026.
Dodik sapaan akrabnya menyebut, narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi mereka yang terlibat tidak akan punya masa depan. "Dampaknya akan berurusan dengan hukum," imbuhnya.
Dengan adanya sosialisasi tersebut, pihaknya berharap masyarakat mengerti dampak mengkonsumsi narkoba dan sejenisnya. "Tidak hanya masalah narkoba, kami juga mengajak masyarakat menghindari judi online," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Menganti AKP Much Daud menyampaikan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku pengedar narkoba maupun obat terlarang lainnya.
"Kami sampaikan jangan sampai ada yang main-main dengan narkoba. Baik sebagai pengedar maupun pengguna. Karena hukuman yang diberikan pasti berat," kata Daud didampingi Camat Menganti Bagus Arif Jauhari.
Baca Juga : Polemik Roblox, Pakar Pendidikan Arina : Punya Sisi Positif dan Negatif
Sementara itu, perwakilan dari BNNK Gresik, Basuki mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama memantau orang terdekatnya. Jangan sampai salah satu diantaranya menjadi korban narkoba.
"Kunci utamanya ada pada kesadaran bersama untuk melindungi generasi muda agar tidak terjerumus. Mari kita jaga keluarga dan lingkungan kita dari pengaruh negatif tersebut," pungkasnya.
