JATIMTIMES - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian sekaligus presenter, Mpok Alpa atau Nina Carolina, meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) setelah berjuang melawan kanker selama sekitar tiga tahun.
Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh sahabatnya, Raffi Ahmad, melalui unggahan di media sosial.
Baca Juga : Reaktivasi Bandara Jember, DPD REI: Angin Segar Dunia Investasi dan Wisata
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kehilanganmu begitu terasa, sahabat... Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untukmu dan memberi kekuatan bagi kami yang ditinggalkan… Al-Fatihah," tulis Raffi di Instagram pribadinya.
Raffi mengungkap bahwa almarhumah memilih untuk menyembunyikan penyakitnya dari publik selama ini. Kepergian Mpok Alpa menjadi pengingat bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, terutama pada perempuan.
Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh manusia. Pada perempuan, terdapat beberapa jenis kanker yang memiliki angka kejadian dan tingkat kematian cukup tinggi. Mengenali setiap jenis kanker beserta gejalanya sangat penting agar masyarakat lebih waspada dan dapat melakukan deteksi dini. Berikut adalah beberapa jenis kanker paling mematikan yang perlu diwaspadai, khususnya oleh perempuan.
1. Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan. Penyakit ini terjadi ketika tumor ganas tumbuh pada jaringan payudara.
Data Kemenkes RI 2019 menunjukkan, kanker payudara menyerang sekitar 42 per 100 ribu penduduk, dengan rata-rata kematian 17 per 100 ribu penduduk.
Gejala kanker payudara antara lain:
• Benjolan baru di payudara atau ketiak
• Perubahan bentuk atau ukuran payudara
• Kemerahan atau iritasi pada kulit payudara
• Puting tertarik ke dalam atau nyeri
• Keluarnya cairan dari puting selain ASI, termasuk darah
2. Kanker Serviks
Kanker serviks menempati posisi tinggi sebagai penyebab kematian perempuan di Indonesia. Penyakit ini menyerang leher rahim dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Gejala kanker serviks dapat meliputi:
• Pendarahan di luar siklus menstruasi
• Nyeri saat atau setelah berhubungan intim
• Keputihan tidak normal, berbau, atau berubah warna
• Nyeri panggul berulang
• Pendarahan setelah menopause
Skrining rutin seperti Pap smear menjadi kunci deteksi dini.
3. Kanker Paru-Paru
Tidak hanya menyerang perokok aktif, kanker paru-paru juga bisa dialami oleh perokok pasif. Kanker ini sering terdeteksi pada stadium lanjut karena minim gejala di awal.
Gejala kanker paru-paru meliputi:
• Batuk yang tidak kunjung sembuh
• Batuk darah meski sedikit
• Sesak napas
• Nyeri dada
• Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
4. Kanker Darah (Leukemia)
Leukemia adalah kanker yang menyerang sel darah, terutama sel darah putih, yang berasal dari sumsum tulang. Produksi berlebihan sel darah putih membuat fungsi kekebalan tubuh terganggu.
Gejala kanker darah di antaranya:
• Memar atau pendarahan tanpa sebab jelas
• Infeksi berulang atau parah
• Nyeri tulang atau sendi
• Kelelahan ekstrem
• Pucat
• Penurunan berat badan signifikan
5. Kanker Usus Besar
Kanker usus besar atau kanker kolorektal merupakan pertumbuhan abnormal pada usus besar atau rektum yang dapat berkembang menjadi tumor ganas.
Gejala kanker usus besar dapat mencakup:
• Perubahan kebiasaan buang air besar
• Pendarahan rektal atau darah pada tinja
• Kram atau nyeri perut terus-menerus
• Perasaan usus tidak kosong sepenuhnya
• Penurunan berat badan tanpa diet
Pentingnya Deteksi Dini
Kasus Mpok Alpa menjadi pengingat bahwa kanker sering kali tidak menunjukkan gejala jelas di awal, sehingga deteksi dini dan pemeriksaan rutin sangat penting. Pola hidup sehat, menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, serta menjalani skrining sesuai anjuran medis dapat membantu menurunkan risiko.
Kanker memang mematikan, tetapi peluang sembuh akan lebih tinggi jika ditemukan pada tahap awal. Jangan abaikan tanda-tanda yang muncul pada tubuh, sekecil apa pun.
