free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Lingkungan

Agustus Tiba Siap-Siap Krisis Air, Puncak Kemarau Jatim 2025 Makin Dekat

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

01 - Aug - 2025, 17:26

Placeholder
Ilustrasi kemarau. (Foto: Getty Images)

JATIMTIMES - Warga Jawa Timur perlu bersiap menghadapi puncak kemarau 2025 yang diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur akan memasuki periode kekeringan terparah di tahun ini. Kondisi ini berpotensi menimbulkan krisis air bersih, terutama di daerah rawan kekeringan.

BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jatim Terjadi Agustus 2025

Berdasarkan data BMKG, awal musim kemarau di Jawa Timur sudah mulai terjadi sejak Maret hingga Juni 2025. Namun, puncak kemarau diperkirakan jatuh pada Agustus 2025, di mana sebagian besar wilayah akan mengalami penurunan curah hujan yang signifikan.

Baca Juga : Parkir TJU Tunjungan Romansa Resmi Ditiadakan per 1 Agustus 2025

• Juli 2025: Hanya sekitar 5 zona musim (ZOM) atau 6,8% wilayah Jatim yang mencapai puncak kemarau.

• Agustus 2025: Sekitar 62 ZOM atau 83,8% wilayah Jatim diperkirakan berada pada puncak kemarau.

Artinya, sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur akan merasakan dampak kekeringan yang paling ekstrem di bulan Agustus.

Wilayah yang Berisiko Kekeringan dan Krisis Air

Seiring puncak kemarau, risiko krisis air bersih akan meningkat. Wilayah yang biasanya rawan kekeringan seperti:

- Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep)

- Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban

- Beberapa bagian Malang Selatan dan Probolinggo

Berpotensi mengalami penurunan ketersediaan air bersih secara drastis. Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air dan menyiapkan sumber cadangan air sejak dini.

Dampak Puncak Kemarau 2025 bagi Pertanian

Musim kemarau yang panjang dan intens juga bisa berdampak pada sektor pertanian di Jawa Timur. Kekurangan pasokan air dapat mengganggu:

1. Jadwal tanam padi dan palawija

2. Produktivitas pertanian lahan tadah hujan

3. Ketersediaan air untuk irigasi

BMKG menyarankan para petani untuk menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan agar risiko gagal panen bisa diminimalkan.

Langkah Mitigasi Krisis Air

Untuk mengurangi dampak kekeringan dan krisis air selama puncak kemarau Agustus 2025, beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan antara lain:

• Menghemat pemakaian air sehari-hari

• Menyimpan air hujan atau memanfaatkan sumur resapan

• Memastikan pompa air dan tandon dalam kondisi siap pakai

• Berkoordinasi dengan pemerintah desa atau BPBD setempat untuk distribusi air bersih.

Baca Juga : Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Hapus Denda Pajak, Buruan Manfaatkan Sebelum 31 Agustus

Agustus 2025 akan menjadi puncak kemarau di Jawa Timur. Mayoritas wilayah akan mengalami penurunan curah hujan drastis, yang meningkatkan risiko krisis air dan kekeringan pertanian. Masyarakat diimbau untuk bersiap sejak sekarang agar dampak kemarau panjang bisa diminimalisir.


Topik

Lingkungan kemarau bmkg agustus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya