JATIMTIMES - Hari Jumat bukan hari biasa dalam Islam. Umat Muslim meyakini bahwa Jumat adalah hari yang penuh dengan keistimewaan. Banyak peristiwa besar terjadi di hari Jumat, mulai dari penciptaan Nabi Adam AS, wafatnya beliau, hingga ditiupkannya sangkakala oleh Malaikat Israfil di akhir zaman.
Sebagai hari raya mingguan bagi kaum Muslim, Jumat menjadi momen spesial untuk memperbanyak amal ibadah seperti salat, zikir, membaca selawat, hingga berdoa. Bahkan, di sejumlah pesantren atau majelis taklim, kegiatan pengajian biasanya diliburkan demi memaksimalkan ibadah pribadi di hari mulia ini.
Baca Juga : 1 Agustus Memperingati Hari Apa? Ada Hari Kanker Paru-Paru Dunia hingga Childfree Day
Salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat adalah memperbanyak doa, baik di malam maupun siangnya. Dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa ada satu waktu istimewa di hari Jumat yang sangat mustajab, atau dikenal dengan istilah "سَاعَةُ الإِجَابَةِ" (Sa'atul Ijabah), yakni waktu di mana doa-doa akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dalam riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
"Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menyebut hari Jumat, lalu bersabda, 'Pada hari itu terdapat suatu waktu di mana seorang Muslim yang sedang beribadah memohon kepada Allah sesuatu, pasti akan dikabulkan.' Rasulullah memberi isyarat dengan tangannya bahwa waktu tersebut sangat singkat." (HR. Al-Bukhari)
Namun, kapan tepatnya waktu itu? Para ulama berbeda pendapat. Sebagai warga Indonesia yang mayoritas berpenganut madzhab Syafi’i, para ulama sepakat waktu ijabah yang paling utama terjadi antara saat khatib naik mimbar hingga selesainya salat Jumat. Pendapat ini didasarkan pada hadits riwayat Imam Muslim dan Abu Dawud.
عَنْ أَبِي مُوْسَى اَلْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ لِيْ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ... سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الْإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلَاةُ
"Dari Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata, Abdullah bin Umar berkata kepadaku, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu meriwayatkan dari Rasulullah SAW tentang waktu ijabah?’ Aku menjawab, ‘Ya.’ Ayahku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Waktu ijabah adalah antara duduknya imam (di mimbar) hingga shalat Jumat selesai.’” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Namun, meski waktu tersebut disebutkan, bukan berarti seluruh rentang waktu itu termasuk Sa’atul Ijabah. Menurut penjelasan Syekh Ibnu Hajar al-Haitami:
وَالْمُرَادُ أَنَّهَا لَا تَخْرُجُ عَنْ هَذَا الْوَقْتِ لَا أَنَّهَا مُسْتَغْرِقَةٌ لَهُ لِأَنَّهَا لَحْظَةٌ لَطِيْفَةٌ
Baca Juga : Kalender Jawa Jumat Kliwon, 1 Agustus 2025: Watak Weton, Rezeki, Jodoh dan Pantangan
"Yang dimaksud adalah waktu ijabah tidak keluar dari rentang tersebut, bukan berarti seluruh waktu itu adalah waktu ijabah, karena sesungguhnya waktu ijabah itu sangat singkat." (Lihat Al-Minhajul Qawim, Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami)
Lalu, Bagaimana dengan Larangan Berbicara Saat Khutbah? Ini jadi pertanyaan yang sering muncul. Bila waktu mustajab terjadi saat khutbah berlangsung, bagaimana mungkin seseorang berdoa padahal di waktu itu ia harus diam mendengarkan khutbah?
Syekh Jalaluddin Al-Bulqini, seperti dikutip oleh Syekh Mahfuzh At-Tarmasi, menjawab dengan bijak:
وَسُئِلَ الْبُلْقِيْنِيُّ... فَأَجَابَ بِأَنَّهُ لَيْسَ مِنْ شَرْطِ الدُّعَاءِ اّلتَّلَفُّظُ بَلِ اسْتِحْضَارُ ذَلِكَ بِقَلْبِهِ كَافٍ فِيْ ذَلِكَ
"Al-Bulqini pernah ditanya, ‘Bagaimana mungkin dianjurkan berdoa saat khutbah berlangsung padahal kita diperintahkan untuk diam?’ Ia menjawab, ‘Doa tidak harus diucapkan dengan lisan. Menghadirkan doa di dalam hati saja sudah cukup.’”
(Lihat Hasyiyah At-Tarmasi ‘ala Al-Minhajul Qawim, juz 4, hlm. 344)
Itulah jabawan mengenai pertanyaan kapan waktu mustajab dikabulkannya doa tiap hari Jumat. Perbedaan pendapat mengenai waktu mustajab di hari Jumat memang tidak bisa dihindari. Namun, satu hal yang pasti adalah waktu mustajab sangat singkat dan amat berharga.
Daripada berspekulasi kapan tepatnya waktu itu, alangkah baiknya jika kita mengisi sepanjang hari Jumat dengan memperbanyak doa, zikir, dan amal saleh. Siapa tahu, di tengah kesibukan kita beribadah, Allah pertemukan dengan Sa’atul Ijabah yang penuh keberkahan. Semoga informasi ini bermanfaat.
