Salah satu proyek blockchain generasi ketiga yang mengedepankan efisiensi, keberlanjutan, dan riset ilmiah, Cardano menjadi pilihan menarik bagi investor yang menginginkan potensi pertumbuhan jangka panjang. Namun, agar investasi aman dan menguntungkan, penting untuk mengetahui cara investasi yang tepat.
Aset crypto bukan lagi sekadar tren sesaat di Indonesia. Kini, semakin banyak masyarakat yang mulai melirik aset digital sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang. Salah satu aset crypto yang cukup populer dan memiliki prospek cerah adalah Cardano (ADA). Meskipun Bitcoin adalah aset crypto yang memiliki volume perdagangan terbesar.
Baca Juga : Dana PIP 2025 Belum Cair? Ini Penyebab, Solusi, dan Cara Lapor Resmi ke Kemendikbud
Sebagai blockchain generasi ketiga yang menawarkan keberlanjutan yang lebih baik dari generasi pertama dan kedua seperti BTC dan Ethereum maka kita perlu mengetahui informasi mengenai pergerakan harga Bitcoin Pintu hari ini adalah Rp 1.922.378.000, seperti dilansir dari Pintu Market.
Apa itu Cardano?
Cardano (ADA) adalah sebuah platform blockchain generasi ketiga yang dirancang untuk menjadi sistem yang lebih aman, terukur, dan berkelanjutan dibandingkan blockchain pendahulunya seperti Bitcoin (generasi pertama) dan Ethereum (generasi kedua).
Cardano dikembangkan dengan pendekatan ilmiah berbasis riset akademik dan rekayasa perangkat lunak formal, yang menjadikannya unik dalam dunia crypto. Cardano diluncurkan pada tahun 2017 oleh perusahaan riset blockchain IOHK (Input Output Hong Kong) yang dipimpin oleh Charles Hoskinson, salah satu pendiri Ethereum.
Proyek ini dikembangkan dengan fokus pada penelitian ilmiah dan peer-review akademis, tidak seperti banyak proyek crypto lain yang lebih berbasis eksperimen langsung. Tujuan utama Cardano adalah menyediakan infrastruktur blockchain yang dapat diskalakan, interoperable, dan hemat energi, serta dapat digunakan oleh institusi, pemerintahan, dan masyarakat global.
Cara Investasi Cardano (ADA)
Berikut adalah 5 cara investasi Cardano (ADA) di Indonesia secara cerdas, legal, dan memberikan potensi, diantaranya adalah:
1. Membeli dan Menyimpan (HODL) Cardano di Exchange Terdaftar
Strategi investasi paling dasar dan populer dalam dunia crypto adalah metode beli dan simpan (HODL). Terdapat beberapa aplikasi crypto Indonesia yang telah teregulasi di Indonesia.
Langkah-langkah:
- Buat akun di exchange yang Anda pilih.
- Verifikasi identitas (KYC) sesuai ketentuan.
- Deposit dana menggunakan transfer bank, e-wallet, atau QRIS.
- Cari pasangan ADA/IDR dan lakukan pembelian.
- Simpan ADA Anda di wallet dalam exchange atau transfer ke wallet pribadi.
Keuntungan:
- Praktis dan cocok untuk investor pemula.
- Tidak memerlukan waktu pemantauan harga setiap hari.
- Potensi pertumbuhan jangka panjang jika harga ADA naik.
Tips:
- Gunakan wallet pribadi (seperti Yoroi Wallet atau Daedalus) jika ingin keamanan lebih baik untuk menyimpan ADA dalam jangka panjang.
- Selalu aktifkan 2FA untuk melindungi akun Anda dari peretasan.
2. Staking Cardano untuk Mendapatkan Imbal Hasil Pasif
Salah satu fitur unggulan dari Cardano adalah sistem staking, yaitu mekanisme yang memungkinkan Anda mendapatkan reward atau imbal hasil pasif hanya dengan menyimpan ADA dan membantu mengamankan jaringan.
Di Indonesia, kamu dapat staking ADA melalui:
- Exchange seperti Pintu, Binance, atau Bybit.
- Wallet resmi seperti Daedalus Wallet atau Yoroi Wallet.
Cara Melakukan Staking:
- Pindahkan ADA ke wallet atau exchange yang mendukung staking.
- Pilih staking pool yang terpercaya dan memiliki tingkat return tinggi.
- Didelegasikan ADA Anda ke pool tersebut.
- Dapatkan reward setiap 5 hari (epoch) sesuai proporsi kontribusi.
Keunggulan:
- Memberikan passive income dengan risiko rendah.
- Tidak kehilangan kepemilikan atas ADA.
- Membantu mendukung ekosistem Cardano secara langsung.
Catatan:
- Pastikan tidak memilih pool yang oversaturated.
- Jangan tertipu dengan iming-iming reward besar dari pool tidak jelas.
3. Trading Cardano Secara Aktif untuk Keuntungan Jangka Pendek
Bagi kamu yang memiliki waktu lebih dan memahami analisis teknikal, investasi melalui trading aktif bisa memberikan keuntungan cepat. Dalam hal ini, kamu memanfaatkan fluktuasi harga ADA untuk membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi.
Tools dan Strategi:
- Gunakan indikator seperti RSI, Moving Average, Bollinger Band.
- Terapkan manajemen risiko (cut loss dan take profit).
- Gunakan akun demo sebelum menggunakan uang asli jika Anda pemula.
Kelebihan:
- Potensi cuan lebih cepat dibanding HODL.
- Bisa menghasilkan penghasilan harian.
Risiko:
- Tinggi jika dilakukan tanpa strategi dan disiplin.
- Emosi (greed dan fear) sering membuat keputusan salah.
Trading sebaiknya hanya dilakukan jika kamu sudah memahami dasar-dasar analisis teknikal dan memiliki waktu serta disiplin yang cukup.
4. Berinvestasi Melalui Platform DeFi Berbasis Cardano
Cardano juga memiliki ekosistem DeFi (Decentralized Finance) yang mulai berkembang. Anda dapat memanfaatkan platform DeFi di jaringan Cardano untuk yield farming, liquidity providing, atau berinvestasi dalam token-token berbasis Cardano. Beberapa proyek DeFi di Cardano antara lain: Minswap, SundaeSwap, Liqwid Finance, dan VyFinance
Cara Berinvestasi:
- Siapkan wallet seperti Nami Wallet atau Eternal.
- Koneksikan wallet Anda ke platform DeFi berbasis Cardano.
- Lakukan penyediaan likuiditas (LP) atau staking token DeFi.
- Dapatkan reward dalam bentuk token ADA atau token lain.
Kelebihan:
- Imbal hasil bisa lebih tinggi dari staking biasa.
- Ikut berkontribusi dalam pertumbuhan proyek Cardano.
DeFi cocok bagi investor berpengalaman yang ingin diversifikasi investasi ADA mereka dan mengambil keuntungan dari inovasi teknologi blockchain.
Baca Juga : Kelopak Mata Tidak Simetris? Ini 3 Trik Ampuh Samakan Lipatan Mata
5. Investasi Cardano Melalui Produk ETP (Exchange-Traded Product) dan Reksa Dana Crypto
Jika kamu lebih nyaman berinvestasi lewat instrumen formal seperti produk pasar modal, beberapa perusahaan global telah menyediakan ETP (Exchange-Traded Product) atau reksa dana berbasis Cardano.
Meski belum banyak tersedia langsung di Indonesia, kamu bisa mengaksesnya melalui broker internasional seperti:
- eToro (untuk ADA CFD)
- Grayscale (produk institusional)
- 21Shares (ADA ETP untuk investor Eropa)
Keuntungan:
- Cocok bagi investor institusi atau yang menghindari kerumitan teknis crypto.
- Bisa menjadi bagian dari portofolio dalam akun investasi resmi.
Kekurangan:
- Akses terbatas bagi investor ritel di Indonesia.
- Biaya manajemen lebih tinggi dibanding membeli langsung ADA.
Meski tidak umum di Indonesia, tren ke depan menunjukkan makin banyak instrumen investasi konvensional yang akan mengadopsi crypto seperti Cardano ke dalam produknya.
Investasi Cardano Perlu Strategi dan Edukasi
Cardano (ADA) menawarkan berbagai pilihan bagi investor Indonesia, mulai dari sekadar beli dan simpan, hingga memanfaatkan ekosistem DeFi dan staking untuk pendapatan pasif.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif. Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (adv)
