Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Sekolah Rakyat SMP dan SMA di Kota Malang Kekurangan Wali Asuh

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

21 - Jul - 2025, 18:36

Placeholder
Suasana di Sekolah Rakyat SMA 22 Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMP 16 dan SMA 22 di Kota Malang masih kekurangan tenaga wali asuh. Wali asuh ini merupakan figur penting pengganti orang tua di lingkungan sekolah asrama.

Saat ini di SRMP 16 ada empat wali asuh. Sedangkan di SRMA 22 ada dua orang wali asuh. Idealnya, satu wali asuh mendampingi 10 siswa untuk memastikan perhatian yang maksimal. Karena itu kedua SR di Kota Malang masih kekurangan. 

Baca Juga : MTsN 2 Kota Malang Ajarkan Moderasi Beragama Lewat Lagu dan Refleksi Interaktif

Kepala SRMP 16 Kota Malang, Rida Afrilia Santi, mengatakan totalnya ada 100 siswa baru di sana. Namun, kondisi saat ini memaksakan setiap wali asuh harus menangani 25 siswa.

“Kalau idealnya satu wali asuh untuk 10 anak. Tapi sekarang ini masing-masing masih memegang 25 anak,” ucap Rida, Senin (21/7/2025). 

Dengan demikian pihaknya masih membutuhkan empat orang lagi. Karena wali asuh sangat berperan bagi para siswa, terutama pada masa adaptasi siswa baru yang tinggal di asrama untuk pertama kalinya. 

Wali asuh bersama wali asrama bertugas mendampingi siswa dari sore hingga pagi hari, menenangkan siswa yang rindu orang tua, dan menjadi sandaran emosional mereka.

“Karena orang tuanya ya wali asuh dan wali asrama itu. Mereka yang siaga mendampingi anak-anak,” tegas Rida.

Baca Juga : Tips #Cari_Aman Bonceng Anak ke Sekolah, Wujudkan Perjalanan Aman

Hal serupa juga terjadi SRMA 22 Kota Malang. Kepala SRMA 22 Kota Malang, Rahmah Dwi Norwita Imtihana, membeberkan ada 75 siswa di SRMA 22. Dari jumlah tersebut baru memiliki dua orang wali asuh.

“Kami masih kekurangan sekitar enam orang lagi. Karena wali asrama fokus pada pengawasan di dalam asrama, sedangkan wali asuh memiliki peran lebih mendalam, mirip Bimbingan Konseling (BK),” ujar Wita. 

Untuk mengatasi kekurangan ini sementara waktu, pihak sekolah bekerja sama dengan pendamping dari Program Keluarga Harapan (PKH). “Karena wali asuh masih terbatas, kami dibantu oleh pendamping program (PKH) yang juga turun tangan menangani anak-anak,” kata Wita.


Topik

Pendidikan Sekolah Rakyat Kota Malang pemkot malang pembelajaran sekolah rakyat kota malang wali asuh



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan