JATIMTIMES – Suasana di Hotel Tychi Kota Malang belum lama ini terasa begitu berbeda. Hangat, haru, sekaligus penuh kebanggaan menyatu dalam Purnawiyata Kelas IX MTsN 2 Kota Malang Tahun Pelajaran 2024–2025. Bukan sekadar seremoni pelepasan, acara ini menjadi momentum berharga yang mengingatkan setiap jiwa di ruangan itu: pendidikan sejati adalah tentang membentuk karakter, bukan hanya sekadar nilai.
Sebanyak 256 siswa dilepas secara resmi oleh pihak madrasah, disaksikan para orang tua, guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan dari Kemenag dan tokoh pendidikan. Namun yang paling membekas bukanlah barisan panjang prosesi atau megahnya tempat acara. Yang menancap kuat di benak hadirin adalah pesan mendalam dari sang kepala madrasah.

Kepala MTsN 2 Kota Malang, Mokhammad Amin Tohari, S.Ag., M.Pd.I, berdiri tegak di hadapan para lulusan. Kalimat-kalimatnya sederhana, namun sarat makna. “Purnawiyata ini bukan akhir, tapi permulaan dari perjalanan besar menuju kesuksesan yang lebih tinggi. Ananda semua adalah kebanggaan kami. Teruslah membawa nama baik madrasah, jaga akhlak, dan amalkan ilmu. Madrasah ini akan selalu menjadi rumah bagi kalian,” ucapnya lantang, namun dengan nada penuh kasih.
Baca Juga : Ratu Amangkurat: Ibu Suri Berdarah Wali di Tengah Badai Geger Pecinan (1740–1743)
Kalimat itu seolah menjadi penegas bahwa nilai sesungguhnya dari sebuah madrasah tak sekadar pada bangku pelajaran, melainkan pada ikatan batin yang terbentuk antara guru dan murid, ilmu dan akhlak, serta perjuangan menjemput cita-cita.

Sejak awal acara, suasana syahdu sudah terasa. Barisan para siswa yang menundukkan kepala ketika menyambut para guru dengan iringan sholawat dan lantunan “Terima Kasihku” membuat banyak mata berkaca-kaca. Tak ada dialog, tak ada pidato, namun bahasa isyarat itu sudah cukup untuk menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para pendidik yang telah membimbing mereka selama tiga tahun.
Dan saat lagu itu mengalun, beberapa orang tua tampak tak mampu membendung air mata. Bukan semata karena anak mereka lulus, tetapi karena mereka menyaksikan betapa anak-anak itu telah diajarkan untuk menjunjung tinggi adab dan penghormatan.
Sorak tepuk tangan membahana ketika Ariska Dwi Mauli Pradistya dinobatkan sebagai Juara 1 Non Akademik sekaligus Duta Literasi MTsN 2 Kota Malang. Tapi lebih dari sekadar gelar, penobatan itu menjadi pengingat bahwa setiap anak punya ruang untuk bersinar. Madrasah ini telah berupaya memberikan wadah agar setiap bakat menemukan jalannya, baik di bidang akademik, seni, olahraga, maupun literasi.
Ketua Komite, Sjahlan, BA, menggarisbawahi hal itu dalam pesannya. "Sinergi guru, orang tua, dan madrasah adalah kunci keberhasilan anak-anak kita. Terima kasih atas bimbingan tanpa lelah. Semoga menjadi amal jariyah," ujarnya penuh syukur.

Kepala Kemenag Kota Malang, Achmad Shampton, S.Hi., M.Ag., menegaskan kembali nilai sejati madrasah. Ditegaskannya, bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat menempa jiwa. Jangan tinggalkan Al-Qur’an dan jangan lupakan jasa guru-guru kalian. Kalimat sederhana ini seolah merangkum seluruh filosofi pendidikan madrasah: ilmu harus berpijak pada iman dan akhlak.
Baca Juga : Tak Ada Tempat bagi Pecandu! SH Terate UNU Blitar Terapkan Tes Urine Jelang Pengesahan Anggota
Purnawiyata MTsN 2 Kota Malang tak hanya diisi formalitas. Penampilan tari Sujud Munajat, Tari Warak Duk Der, drama "Menggendong Surga", hingga lagu Jawa "Sigar" menjadi cara siswa mengekspresikan rasa syukur dan pesan moral. Drama “Menggendong Surga” bahkan mampu menyihir suasana, menghadirkan refleksi tentang perjuangan dan bakti pada orang tua.
Di akhir acara, ikrar lulusan dan puisi yang dibacakan mengalirkan lagi air mata para hadirin. Lagu “Terima Kasihku” yang dilantunkan siswa kelas IX pun menjadi penutup penuh makna, seolah pamit dari perjalanan indah di madrasah tercinta.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Arif Bahtiar, M.Ag., guru Quran Hadits, agar seluruh lulusan diberi kekuatan menapaki jenjang pendidikan berikutnya. Harapan sederhana tapi dalam: agar mereka menjadi cahaya harapan, tak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi bangsa.
Purnawiyata MTsN 2 Kota Malang tahun ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah pengingat tentang arti sejati pendidikan: membangun jiwa, menjunjung adab, dan menanamkan ilmu yang bermanfaat.
