Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Tradisi Umat Kristiani Saat Hari Kenaikan Yesus Kristus

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

28 - May - 2025, 16:29

Placeholder
Ilustrasi peringatan Kenaikan Yesus Kristus. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kenaikan Yesus Kristus merupakan salah satu hari besar keagamaan yang diperingati oleh umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hari Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada hari ke-40 setelah Paskah dan diyakini sebagai saat ketika Yesus Kristus naik ke surga, sebagaimana dicatat dalam Alkitab (Kisah Para Rasul 1:9–11).

Pada tahun ini, Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada Kamis 29 Mei 2025. Di Indonesia, peringatan Kenaikan Yesus Kristus menjadi hari libur nasional, dan dirayakan melalui berbagai tradisi keagamaan yang sarat makna spiritual.

Baca Juga : Badai PHK Bisa Jadi Bencana Sosial, Komisi E DPRD Jatim Minta Pemprov Duduk Bareng Pengusaha

Tradisi ini menjadi cara bagi umat Kristiani untuk merenungkan peran Yesus sebagai Juru Selamat dan menyambut kehadiran Roh Kudus seperti yang dijanjikan-Nya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah tradisi yang biasa dilakukan umat Kristiani saat Hari Kenaikan Yesus Kristus

Daftar Tradisi Umat Kristiani Saat Hari Kenaikan Yesus Kristus

1. Melaksanakan Ibadah Khusus di Gereja

Layaknya momen keagamaan lainnya, hari kenaikan Yesus Kristus dirayakan umat Kristen dan Katolik dengan mengadakan misa khusus di Gereja. Seperti Hari Raya, misa kenaikan Yesus Kristus ini dilakukan sebagai bentuk perayaan peristiwa dan dilakukan dengan nyanyian puji syukur. 

Umat Kristiani akan melakukan Misa atau Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor sebagai pemimpin umat Kristiani yang berpartisipasi. Selain itu para pemuda juga melakukan pelayanan dengan doa bersama, menyanyikan lagu rohani, serta berdiskusi tentang makna peristiwa penting ini.

2. Puasa dan Penyangkalan Diri

Tradisi lainnya yang sering dilakukan adalah dengan melakukan puasa dan penyangkalan diri. Kegiatan ini dilakukan sebagai refleksi spiritual untuk merenungkan makna kenaikan Kristus ke surga, keberadaan Roh Kudus dalam hidup orang percaya, dan panggilan untuk hidup yang kudus dan saleh.

3. Pelayanan di Gereja

Pelayanan di gereja juga merupakan salah satu tradisi Kenaikan Isa Almasih. Yang dilakukan saat pelayanan adalah pengajaran Al-Kitab, khotbah, melakukan renungan dan doa, hingga menyanyikan lagu-lagu pujian yang berkaitan dengan kenaikan Yesus Kristus untuk memuliakan dan menghormati-Nya.

4. Pertunjukan Tari dan Drama

Tradisi selanjutnya untuk memeriahkan Hari Kenaikan Isa Almasih adalah dengan adanya pertunjukan tarian dan drama di gereja. Pertunjukan ini dapat menggambarkan secara visual dan dramatis kisah tentang kenaikan Yesus Kristus ke surga setelah kebangkitan-Nya, serta pesan-pesan rohani yang terkandung dalam peristiwa tersebut.

Melalui gerakan tari dan dialog dramatis, pertunjukan ini dapat membawa pengalaman spiritual yang mendalam bagi para penonton, memperkuat iman mereka, dan menginspirasi umat Kristiani untuk meneladani teladan Kristus dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesetiaan, pengorbanan, dan pelayanan kepada sesama.

5. Menyalakan Lilin

Baca Juga : Empat Bulan yang Bersejarah: Pemerintahan Singkat RT Aria Kusumoadinoto di Kabupaten Berbek 1844

Menyalakan lilin saat Hari Kenaikan Isa Almasih memiliki makna simbolis yang dalam. Kenaikan Isa Almasih merupakan peristiwa penting dalam kepercayaan Kristen yang menandai kemenangan Kristus atas kematian dan kenaikan-Nya ke surga. Menyalakan lilin dapat menjadi simbol kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga.

6. Kegiatan Amal

Tradisi Kenaikan Isa Almasih selanjutnya adalah melakukan kegiatan amal. Kegiatan amal biasanya dilakukan dengan mengunjungi rumah sakit, panti asuhan, panti jompo, dan memberikan bantuan makanan atau pakaian kepada mereka yang membutuhkan sebagai bentuk kasih dan solidaritas umat Kristiani.

7. Makan Bersama

Meski bukan termasuk rangkaian perayaan resmi, makan bersama setelah melakukan Misa dan pelayanan sudah jadi tradisi di Indonesia. Meski tidak semeriah hari besar lain, makan bersama merupakan tradisi Kenaikan Isa Almasih yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat dekat.

Umumnya makanan yang disajikan adalah makanan lokal khas Indonesia. Namun, kamu juga bisa melakukan kegiatan barbeque menggunakan alat panggang yang simple dan praktis di rumah.

8. Merenungkan kehadiran Roh Kudus

Refleksi spiritual menjadi bagian penting dari perayaan ini, di mana umat merenungi makna kenaikan Yesus dan kehadiran Roh Kudus dalam hidup mereka. Melalui saat-saat hening, doa pribadi, dan pembacaan ayat-ayat Kitab Suci yang relevan, umat diajak untuk memperdalam penghayatan iman serta memahami bagaimana Roh Kudus membimbing mereka dalam perjalanan hidup sehari-hari.


Topik

Serba Serbi kenaikan yesus kristus yesus kristus tradisi kenaikan yesus krestus roh kudus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya