Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Kisah Tragis Ashabul Ukhdud: Keberanian Pemuda yang Menjadi Teladan Keimanan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

22 - May - 2025, 10:37

Placeholder
Ilustrasi (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Di balik kisah sejarah yang penuh dengan keteguhan iman dan pengorbanan, terdapat satu cerita yang terus menginspirasi umat Islam hingga hari ini. Yakni kisah Ashabul Ukhdud, yang termaktub dalam kitab-kitab sejarah dan hadis. 

Kisah ini mengisahkan tentang keberanian sekelompok orang beriman yang rela menghadapi derita demi mempertahankan agama mereka. Dalam perjalanan ceritanya, kita akan mengenal seorang pemuda yang diberi ujian berat oleh kekuatan yang menindas, namun tetap teguh dalam keimanannya kepada Allah.

Baca Juga : SPMB Kota Kediri Resmi Dimulai, Jalur Afirmasi Pertama

Kisah ini dimulai dengan seorang raja yang memiliki seorang tukang sihir. Tukang sihir tersebut merasa usianya sudah lanjut dan meminta agar raja mengirimkan seorang pemuda untuk dilatih dalam ilmu sihir. Raja pun mengirimkan seorang pemuda yang penuh potensi untuk menerima ajaran tersebut. 

Namun, dalam perjalanan menuju tempat tukang sihir, pemuda itu berpapasan dengan seorang pendeta yang memiliki ajaran yang sangat menarik baginya. Pemuda itu kemudian lebih sering mengunjungi pendeta untuk mendalami ajaran agamanya, hingga akhirnya dia merasa lebih dekat dengan ajaran pendeta daripada sihir yang dia pelajari.

Setiap kali hendak menemui tukang sihir, pemuda itu selalu menyempatkan waktu untuk mendengarkan ajaran pendeta. Hal ini membuatnya sering dipukuli oleh tukang sihir, namun dia tetap teguh. Pendeta kemudian memberi petuah agar pemuda itu bisa menghindari kemarahan tukang sihir dengan alasan bahwa keluarganya menghalangi dirinya.

Suatu hari, ketika pemuda itu sedang dalam perjalanan, dia bertemu dengan seekor binatang besar yang menghalangi jalan. Dalam hatinya, ia bertekad untuk membuktikan ajaran manakah yang lebih utama: ajaran pendeta atau tukang sihir. Dengan keyakinan yang bulat, ia berdoa kepada Allah dan melemparkan batu ke binatang tersebut. 

Keajaiban pun terjadi, dan binatang itu mati seketika. Setelah itu, pemuda itu menemui pendeta untuk menceritakan kejadian tersebut. Pendeta pun memberikan nasihat berharga untuknya bahwa kelak pemuda ini akan diuji lebih berat, namun jangan pernah menunjukkan jejaknya pada sang pendeta.

Keahlian pemuda itu semakin dikenal, terutama ketika dia mampu menyembuhkan orang buta, orang sakit kusta, hingga berbagai penyakit lain. Kabarnya sampai ke telinga seorang menteri yang juga buta. Sang menteri meminta pemuda itu untuk menyembuhkan matanya, dan jika berhasil, dia akan memberikan hadiah besar. Namun, dengan rendah hati, pemuda itu menjelaskan bahwa bukan dia yang menyembuhkan, melainkan Allah semata. Menteri yang awalnya ragu akhirnya beriman kepada Allah dan sembuh.

Namun, kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama. Raja yang mendengar kabar tersebut pun segera menangkap pemuda itu, karena ia merasa terancam dengan keberadaan orang-orang yang beriman kepada Tuhan selain dirinya. Pemuda itu ditangkap dan disiksa, namun dia tetap bertahan dengan keyakinannya, menyebutkan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan atas segalanya.

Baca Juga : Cuaca Tak Menentu? Yuk, Rawat Motor Secara Berkala Biar Tetap Aman di Jalan

Raja yang semakin cemas kemudian memerintahkan pemuda itu untuk dihukum dengan cara yang lebih brutal. Dalam beberapa percobaan untuk membunuhnya, pemuda itu selalu diselamatkan oleh pertolongan Allah. Begitu mereka membawanya ke puncak gunung untuk dilemparkan, pemuda itu berdoa kepada Allah agar dilindungi. Tiba-tiba, gunung itu berguncang dan para pengikut raja yang membawanya jatuh dan tewas.

Selanjutnya, raja memerintahkan untuk membawa pemuda tersebut ke laut dan melemparkannya jika dia tetap tidak mau meninggalkan agamanya. Namun sekali lagi, dengan izin Allah, perahu yang mengangkutnya terbalik dan para pengikut raja tenggelam. Pemuda itu kembali selamat dan bertemu dengan raja yang semakin bingung.

Pemuda itu akhirnya memberi syarat pada raja untuk membunuhnya dengan cara yang sangat spesifik. Pemuda itu meminta agar dia disalib dan dipanah, lalu dengan keberanian yang luar biasa, dia meletakkan tangannya di pelipisnya yang terkena panah. Tidak lama kemudian, pemuda itu pun meninggal dunia. Para pengikut raja yang menyaksikan kejadian itu akhirnya mengakui keimanan mereka kepada Tuhan pemuda tersebut, dan mereka mengucapkan syahadat dengan penuh keyakinan.

Raja yang merasa telah gagal, merasa kecewa dengan apa yang dia khawatirkan. Akhirnya, dia memerintahkan untuk membuat parit yang berapi, dan siapa pun yang tidak mau keluar dari agamanya akan dibuang ke dalam api tersebut. Ketika giliran seorang ibu dengan bayinya tiba, si ibu sempat ragu dan takut, namun bayinya yang masih kecil berkata: "Ibu, tabahlah, karena kamu berada di pihak yang benar." Ibu itu pun dengan berani terjun ke dalam api bersama bayinya.

Kisah Ashabul Ukhdud mengandung banyak pelajaran berharga tentang keberanian mempertahankan iman meskipun harus menghadapi siksaan dan ancaman maut. Hal ini mengingatkan umat Islam untuk senantiasa teguh dalam keimanan, meskipun dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun. Dalam surah Al-Buruj, Allah mengingatkan bahwa segala bentuk kekejaman terhadap orang yang beriman hanya akan berakhir dengan kemenangan bagi mereka yang tetap setia kepada Allah, yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.


Topik

Agama Ashabul Ukhdud kisah teladan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri