JATIMTIMES - Sidang isbat penentuan hari raya Idulfitri 2025 akan digelar pada Sabtu (29/3/2025) sore.
Sidang isbat digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) menggunakan metode hisab dan rukyat.
Baca Juga : Dispendukcapil Kabupaten Malang Punya Tanggungan Cetak 46 Ribu KTP
Metode rukyat adalah melihat hilal atau bulan baru di ufuk baik menggunakan mata kepala secara langsung atau menggunakan alat bantu seperti teropong.
Sementara metode hisab adalah cara penentuan awal bulan dengan tidak perlu benar-benar melihat hilal dengan mata kepala secara langsung, cukup dihitung saja dengan perhitungan matematis, astronomis.
Proses sidang isbat akan diawali dengan Seminar Posisi Hilal Awal Syawal 1446 H pada pukul 16.30 WIB sampai menjelang magrib.
Kemenag mengundang perwakilan duta besar negara sahabat, ahli falak, dan perwakilan Ormas Islam. Diundang juga perwakilan dari LAPAN, BMKG, BRIN, Planetarium Bosscha, dan instansi terkait lainnya.
Sidang isbat kemudian akan digelar sekitar pukul 18.45 WIB yang berlangsung secara tertutup.
Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Adapun pemantauan hilal ini akan dilakukan di 33 titik di seluruh Indonesia. Namun, tahun ini Bali tidak dapat melaksanakan rukyatul hilal karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Berikut 33 lokasi pemantauan hilal yang akan dilakukan Kemenag:
1. Aceh - Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga
2. Sumatra Utara - Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatra Utara, Medan 3. Sumatra Barat - Rooftop Hotel Rangkayo Basa Syofyan Inn, Padang
4. Riau - Rooftop Premier Hotel, Pekanbaru
5. Kepulauan Riau - Pantai Setumu Dompak, Kota Tanjungpinang
6. Jambi - Rooftop Hotel Odua Weston, Kota Jambi
7. Sumatra Selatan - Helipad Hotel Aryaduta, Palembang
8. Bangka Belitung - Pantai Tanjung Raya, Bangka
9. Bengkulu - Jalan Pariwisata No. 1, Kota Bengkulu
10. Lampung - POB Pantai Canti, Kalianda, Lampung Selatan
11. DKI Jakarta - Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta
12. Jawa Barat - POB Gunung Putri, Kota Banjar 13. Banten - Pantai Anyer
14. Jawa Tengah - Pantai Binangun, Rembang
15. DI Yogyakarta - POB Syekh Bela Belu, Parangtritis, Bantul
16. Jawa Timur - Bukit Condrodipo, Gresik
17. Kalimantan Barat - Pantai Indah, Sungai Kakap, Kubu Raya
18. Kalimantan Tengah - Menara Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya
19. Kalimantan Timur - Puncak Hotel Five Premiere, Samarinda
20. Kalimantan Selatan - Rooftop Zuri Express Hotel, Banjarmasin
21. Kalimantan Utara - SATRAD 225 Tarakan, Kota Tarakan
22. NTB - Pantai Loang Baloq, Mataram
23. NTT - Rooftop Gedung Pelayanan BMKG, Kota Kupang
24. Sulawesi Selatan - Delf Apartemen, Makassar
25. Sulawesi Barat - Tanjung Mercusuar Sumare, Mamuju
26. Sulawesi Tenggara - Pantai Bahari, Kabupaten Kolaka
27. Sulawesi Utara - Apartemen MTC Megamas, Manado
28. Gorontalo - Obyek Wisata Hiu Paus, Bone Bolango
29. Sulawesi Tengah - Gedung Observasi, Donggala
30. Maluku - Halaman Samping Rumah Dinas Wakil Gubernur, Ambon
31. Maluku Utara - Pantai Ropu Tengah Balu, Halmahera Barat
32. Papua - The Hele'yo Yobeh, Sentani, Jayapura
33. Papua Barat - Hotel Kota Sorong.
Prediksi Lebaran Idul Fitri 2025
Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 diprediksi jatuh serentak antara pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah. Prediksi itu terungkap dalam hasil prakiraan hilal penentu Syawal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut data predisi BMKG, ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 berkisar antara -3,29 derajat di Merauke, Papua sampai dengan -1,07 derajat di Sabang, Aceh. Kemudian, ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 30 Maret 2025 berkisar antara 7,96 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 11,48 derajat di Sabang, Aceh.
Baca Juga : Pemkab Malang Lakukan Mitigasi, Pastikan Keselamatan 558 Ribu Wisatawan Libur Lebaran
Sementara, elongasi di Indonesia saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 berkisar antara 1,06 derajat di Kebumen, Jawa Tengah sampai dengan 1,61 derajat di Oksibil, Papua. Pemerintah dan PBNU mengikuti kriteria MABIMS atau kesepakatan bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk menentukan awal bulan hijriah.
MABIMS punya patokan awal bulan hijriah adalah hilal punya tinggi minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut Matahari-Bulan 6,4 derajat.
Dengan begitu, hari raya Idulfitri atau 1 syawal versi MABIMS kemungkinan besar akan jatuh pada 31 Maret karena ketinggian hilal dan elongasi pada 29 Maret tidak memenuhi syarat.
Jadwal Lebaran Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah yang menghitung bulan baru selama ketinggian hilal sudah di atas 0 derajat sudah lebih dulu menetapkan hari Idulfitri jatuh pada 31 Maret.
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin juga memprediksi 1 Syawal 1446 Hijriah akan jatuh pada 31 Maret.
Thomas menyebut posisi Bulan di Indonesia masih berada di bawah ufuk pada waktu maghrib tanggal 29 Maret. Meski demikian, ia mengimbau untuk memantau hasil pastinya pada pelaksanaan sidang isbat pada Sabtu (29/3).
"Pada saat maghrib 29 Maret posisi Bulan di Indonesia di bawah ufuk. Artinya, tidak memenuhi kriteria MABIMS yang digunakan Pemerintah dan ormas-ormas Islam serta tidak memenuhi kriteria Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah," ujar Thomas dikutip dari CNNIndonesia.com.
"Keputusannya Idulfitri 1446 H: seragam 31 Maret 2025," imbuhnya.
Jadwal Lebaran Menurut Prediksi Pemerintah
Di sisi lain, Menteri Agama Nasarudin Umar juga memperkirakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah tahun ini akan serempak antara pemerintah dan ormas Islam lainnya.
Menurut Nasaruddin, hal ini dikarenakan ketinggian hilal diperkirakan masih belum akan terlihat pada tanggal 29 Maret 2025, sehingga Idulfitri diperkirakan juga akan kembali berbarengan dengan Muhammadiyah pada 31 Maret 2025.
"Lebaran kita diprediksi tanggal 31 Maret 2025," ujar Nasaruddin beberapa waktu lalu.
Berbagai prakiraan hilal itu membuka potensi Hari Raya Idulfitri 1446 H kembali serentak antara pemerintah, PBNU, dan tanggal yang ditentukan oleh Organisasi Islam PP Muhammadiyah.
PP Muhammadiyah sebelumnya lebih dulu menetapkan Idulfitri 2025 jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan itu dibuat berdasarkan hasil hakiki wujudul hilal dalam Maklumat PP Muhammadiyah tentang penetapan hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.
