JATIMTIMES - Belakangan ini, sosok Neneng Rosdiyana mendadak menjadi sorotan netizen. Pasalnya, ia mengambil alih dan mengganti nama akun Facebook ‘Marxisme Indonesia’ dengan namanya sendiri. Hal ini pun langsung menarik perhatian publik.
Semua ini bermula ketika halaman Facebook bernama Marxisme Indonesia berubah nama atau diambil alih oleh Neneng Rosydiana. Perubahan akun Facebook ini sampai merambah ke platform lain. Warganet X turut menyadarinya.
Baca Juga : Raja Bukan Wakil Tuhan: Alasan Ki Ageng Pengging Menolak Menghadap Sultan Demak
“Bukti dari kebangkrutan Marxisme. Sudahlah wankawan kiri dan kamerad-kamerad sekalian, menyerahlah. Saatnya kita menganut ideologi Neneng Rosdiyana,” tulis akun X @KomunitasSophia.
Usai tahu namanya menjadi perbincangan, Neneng pun mengaku bahwa dirinya mengira bahwa marxis adalah nama band.
“Setahun yg lalu saya baru denger nama marxis yg saya pikir dulu itu kaya nama band jadi saya suruh rubah aja jadi nama saya toh mau dibuat FB pro. Jadi stop nanya2 dan nyebut saya penganut,” tulis Neneng Rosdiyana.
Neneng tampaknya juga berharap warganet menerima sepenuhnya bahwa laman Facebook tersebut kini menjadi miliknya sepenuhnya.
"Dan please lah buat kalian yg fans y marxis, terima kenyataan bahwa page ini sekarang emang kenyataan y udah jadi Neneng Rosdiyana??? Terima kasih buat Ryan hio yg sudah menjelaskan tanpa harus menghujat dan menjatuhkan,” sambungnya.
Setelah kejadian tersebut, publik pun mulai mencari-cari sosok dari Neneng Rosdiyana ini. Lantas siapa sebenarnya dia? Berikut ulasannya:
Sosok Neneng Rosdiyana
Seiring dengan viralnya kisah Neneng, jumlah pengikut di laman Facebook miliknya terus bertambah. Saat ini, akun tersebut telah memiliki lebih dari 6.000 pengikut.
Berdasarkan informasi yang tertera di laman tersebut, Neneng diketahui tinggal di Banten.
Baca Juga : Hati-Hati, 2 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Gagal Diet di Bulan Puasa
Tepatnya di Jalan Buana Kencana Loka, Sektor XII BSD, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Neneng juga aktif dalam memberdayakan perempuan petani di sekitarnya dalam mengupayakan ketahanan pangan dengan bertani sayur-mayur.
"Alhamdulillah tanaman KWT (Kelompok Wanita Tani) sudah mulai tumbuh,” tulis Neneng di akun facebook miliknya, lengkap dengan foto sawah.
"Bukti bahwa kami bukan wanita lemah, nyangkul aja kami tidak mengandalkan laki2 #petaniwanita,” curah Neneng di Facebook pribadinya.
"Kegiatannya kebanyakan dikebon guys. Salam dari petani,” tulis Neneng pada kesempatan berbeda.
