JATIMTIMES - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Malang menyiapkan uang layak edar sejumlah Rp 1,4 triliun. Uang tersebut disiapkan ke dalam beberapa bentuk pecahan. Mulai dari Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 hingga Rp 100.000.
Uang layak edar tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan layanan penukaran uang baru yang identik dengan Lebaran.
Menurut Kepala KPw BI Malang Febrina, jumlah sebesar Rp 4,1 triliun itu meningkat ketimbang momen Lebaran 2024. Peningkatannya yakni sebesar 11 persen. Atau pada tahun lalu BI Malang menyiapkan uang sebesar Rp 3,7 triliun.
"Kecenderungan peningkatan ini ya kebutuhan. Biasanya kalau Lebaran itu kan budaya kita. Tapi gak terjadi di semua daerah sebenarnya. Hanya di wilayah kerja BI Malang, kecenderungannya meningkat," jelasnya.
Pada momen Lebaran kali ini, selain melayani penukaran uang di kantor BI, layanan penukaran uang juga dilakukan BI di beberapa momen. Salah satunya seperti di pelaksanaan Pasar Murah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Dibukanya layanan penukaran uang di Pasar Murah itu pun ternyata menerima antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Bahkan warga pun rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan tukaran uang baru.
Menurut Febrina, layanan penukaran uang baru juga dapat diakses melalui aplikasi Pintar. Melalui aplikasi ini, BI akan membuka pelayanan penukaran uang sebanyak 4 periode penukaran.
"Nanti ada juga penukaran terpadu di salah satu periodenya. Rencananya di kantor BI kalau nggak salah. Itu hari Sabtu nanti," imbuhnya.
Namun, dirinya tak memungkiri bahwa penggunaan aplikasi Pintar masih beberapa kali mengalami gangguan. Mewakili BI, Febrina pun menyampaikan permohonan maafnya atas hal tersebut.
Baca Juga : Jalankan Instruksi Wali Kota Wahyu Hidayat, DPUPRPKP Kota Malang Siapkan Dua Mobil Patroli Jalan Berlubang
Febrina mengatakan, gangguan yang dialami tersebut disinyalir akibat banyaknya masyarakat yang mengakses aplikasi Pintar. Sehingga, pihaknya pun harus selektif untuk melakukan approval.
"Kami mengupayakan satu penukar tidak dua kali. Itu difilter juga dengan KTP waktu nanti penukaran langsung," kata Febrina.
Di sisi lain, di tengah meningkatnya kebutuhan uang layak edar atau uang baru, dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada uang palsu. Sehingga ia menyarankan agar penukaran uang bisa dilakukan di outlet resmi Bank Indonesia.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bisa menukarkan di outlet yang resmi atau menghubungi bank tempat masyarakat menabung, kemudian waspada terhadap uang palsu," pungkasnya.
