Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

4 Mahasiswa PSTG UB Teliti Kerentanan Pantai Sipelot Malang Bersama BRIN

Penulis : Irsya Richa - Editor : Dede Nana

28 - Aug - 2026, 17:19

Placeholder
Mahasiswa saat melakukan penelitian kebencanaan geologi di kawasan Pantai Sipelot, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Empat mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika (PSTG) Universitas Brawijaya (UB) mendapat kesempatan terlibat langsung dalam penelitian kebencanaan geologi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mereka akan mengkaji kerentanan struktur di kawasan Pantai Sipelot, Kabupaten Malang.

Keempat mahasiswa tersebut yakni Cahaya Savira Puspitaning Putri, Muhammad Reyhan Panira Windra, Muhammad Rifki Pratama, dan Wahyu Yoga Darma Hendra. Seluruhnya merupakan mahasiswa PSTG UB angkatan 2023.

a

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar lingkungan perkuliahan. Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori geofisika, tetapi juga berhadapan langsung dengan proses penelitian di lembaga riset nasional.

Baca Juga : Mulai September 2026, Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah: Ini Cara Menghitungnya

Pantai Sipelot dipilih sebagai lokasi kajian karena kawasan pesisir tersebut memiliki kondisi geologi dan lingkungan yang menarik untuk diteliti. Penelitian diarahkan untuk mengetahui kondisi serta kerentanan struktur di kawasan tersebut terhadap karakteristik geologi setempat.

Kajian ini juga memiliki keterkaitan dengan isu kebencanaan. Informasi mengenai kondisi geologi dan kerentanan struktur di kawasan pesisir dapat menjadi bagian dari data ilmiah yang diperlukan dalam upaya memahami potensi risiko bencana sekaligus mendukung langkah mitigasi.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman penelitian, tetapi juga belajar melihat persoalan kebencanaan secara langsung berdasarkan kondisi lapangan. Harapannya, pengetahuan yang mereka dapatkan bisa menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan riset di lapangan,” kata pembimbing dari Universitas Brawijaya, Dr. Muwardi Sutasoma.

Selama program berlangsung, mahasiswa akan menjalani rangkaian kegiatan penelitian mulai dari pengumpulan data, pengolahan informasi, analisis hingga penyusunan hasil kajian. Mereka juga dituntut mampu mengkomunikasikan temuan penelitian secara ilmiah.

Dari sisi BRIN, para mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Volvariella Volvacea, M.Si. Sementara dari UB, proses penelitian dibimbing oleh Dr. Muwardi Sutasoma. Kolaborasi dua institusi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung pola kerja di lingkungan riset profesional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan teknis sekaligus kemampuan analisis mahasiswa dalam mengkaji persoalan kebencanaan.

“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman bagaimana sebuah penelitian dilakukan secara sistematis, mulai dari memperoleh data sampai menarik kesimpulan. Keterlibatan bersama BRIN menjadi kesempatan bagi mereka untuk memahami standar dan proses penelitian yang diterapkan di lingkungan lembaga riset,” lanjut Muwardi.

Baca Juga : Mahasiswa KKN UMM Perkuat Digitalisasi Wisata Pandansari Lor

Program MBKM ini berlangsung selama hampir lima bulan, terhitung sejak 18 Agustus 2026 hingga 11 Januari 2027. Selama periode tersebut, empat mahasiswa PSTG UB akan fokus pada penelitian kerentanan struktur di kawasan Pantai Sipelot.

u

Selain menjadi bagian dari proses pembelajaran, hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan informasi ilmiah mengenai kondisi kawasan pesisir Kabupaten Malang. Data tersebut nantinya dapat memperkaya kajian terkait kebencanaan geologi dan menjadi referensi dalam pengembangan upaya pengurangan risiko bencana.

Keterlibatan mahasiswa dalam riset BRIN sekaligus memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian nasional. Kolaborasi ini tidak hanya membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari lingkungan riset, tetapi juga mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan pengembangan penelitian kebencanaan.

“Yang paling penting dari program ini bukan hanya mahasiswa menyelesaikan penelitian, tetapi mereka mampu menghasilkan kajian yang memiliki nilai akademik dan relevansi terhadap kondisi masyarakat. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan riset-riset kebencanaan ke depan,” tutup Muwardi.


Topik

Peristiwa pstg ub.ub pantai sipelot penelitian kebencanaan brin



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa