Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Malaysia Terdampak Asap Karhutla Indonesia, Sekolah di 6 Wilayah Sarawak Ditutup

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

20 - Aug - 2026, 16:27

Placeholder
Kondisi polusi asap di Malaysia. (Foto: Bernama)

JATIMTIMES - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdampak ke Malaysia. Kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak, Malaysia memburuk hingga masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut membuat Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak mengambil langkah pencegahan dengan menutup sementara sekolah di enam wilayah. Kebijakan berlaku mulai Kamis (20/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026).

Baca Juga : Kriminalisasi Petani Terus Meningkat, Tembus 147 Kasus Pemidanaan Warga di 11 Provinsi Lokasi Konflik Agraria

Dikutip dari media Malaysia, Bernama, Kamis (20/8/2026), sekolah yang ditutup berada di 6 kawasan, di antaranya Kuching, Padawan, Serian, Bau, Lundu, dan Samarahan.

"Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan demi melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan para siswa serta staf sekolah, khususnya dari risiko paparan udara tidak sehat," bunyi pernyataan resmi Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak.

Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tidak dihentikan sepenuhnya. Para siswa mengikuti pembelajaran dari rumah melalui skema Home-Based Teaching and Learning.

Pihak Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak mengatakan informasi mengenai perpanjangan penutupan maupun pembukaan kembali sekolah akan disampaikan melalui kanal resmi departemen dan Kantor Pendidikan Daerah. Memburuknya kualitas udara juga terlihat dari data Indeks Pencemar Udara (API) Malaysia.

Timbalan Ketua Pengarah (Pembangunan) Jabatan Alam Sekitar (DOE) Malaysia, Azuri Azizah Saedon, mengatakan enam wilayah di Sarawak masuk kategori tidak sehat hingga Kamis (20/8/2026) pukul 13.00 waktu setempat.

Serian menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk dengan API mencapai 193. Disusul Kuching dengan API 190, Sri Aman 178, Samarahan 173, Sarikei 153, dan Sibu 108.

"Kualitas udara di negara ini hari ini mengalami penurunan, ditandai dengan meningkatnya jumlah wilayah yang mencatat indeks tidak sehat di Sarawak akibat pergerakan kabut asap dari berbagai arah," kata Azuri dalam keterangannya.

Kondisi ini berkaitan dengan pergerakan kabut asap dari kawasan yang mengalami kebakaran di Indonesia. Cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah turut meningkatkan risiko penyebaran asap lintas batas.

Baca Juga : Dampak Kebakaran Hutan, Akses Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup,

Data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) yang berbasis di Singapura menunjukkan terdapat ratusan titik panas di Kalimantan. Berdasarkan laporan ASMC per Rabu (19/8), terdeteksi 489 hotspot di Kalimantan. Sementara di Sumatera terdapat 19 titik panas. Di wilayah Malaysia sendiri terdeteksi 11 titik panas, terdiri dari dua titik di Sabah dan sembilan titik di Sarawak.

Azuri mengatakan kondisi cuaca kering saat ini terjadi di sebagian besar kawasan ASEAN bagian selatan. Situasi tersebut turut mendukung terbentuk dan bergeraknya kabut asap ke wilayah Malaysia.

"Asap tebal hingga sedang teramati berasal dari kluster titik panas di Kalimantan Barat dan bergerak ke arah utara menuju wilayah barat Sarawak," jelas Azuri.

Menghadapi kondisi tersebut, Jabatan Alam Sekitar Malaysia meningkatkan pemantauan terhadap potensi pembakaran terbuka. 

Patroli harian dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi pembakaran. Pemerintah Malaysia juga mengaktifkan Rencana Aksi Pembakaran Terbuka Nasional dan Rencana Aksi Jerebu Nasional. Kedua rencana tersebut digunakan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi kemungkinan memburuknya kondisi kabut asap.

Hingga Kamis (20/8/2026) sore, nama Malaysia pun bertengger di trending Google karena terdampak karhutla dari Indonesia. Banyak masyarakat yang ingin mengetahui kondisi negara tetangga itu. 


Topik

Peristiwa karhutla malaysia kualitas udara



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana