Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gibran Kenakan Busana Adat Rote di HUT ke-81 RI, NTT Tengah Berduka akibat Gempa

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

17 - Aug - 2026, 11:11

Placeholder
Gibran Rakabuming Raka dan keluarga kenakan baju adat Rote di HUT ke-81 RI. (Foto sekretariat presiden)

JATIMTIMES - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tampil mengenakan busana adat Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Gibran hadir bersama istrinya, Selvi Gibran Rakabuming, serta kedua anak mereka, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah. Keluarga Wapres tampil dalam busana adat dari daerah berbeda dengan dominasi warna merah yang senada.

Baca Juga : Prabowo Kenakan Baju Adat Melayu di Upacara HUT Ke-81 RI 2026

Penampilan Gibran menjadi perhatian karena busana adat Rote tersebut dikenakan ketika masyarakat NTT masih berduka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data BNPB hingga Minggu (16/8/2026) sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 53 orang. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Nagekeo. BNPB juga mencatat 137 orang mengalami luka-luka.

Gibran Kenakan Pakaian Adat Rote

Gibran mengenakan pakaian adat Rote dari NTT. Busana tersebut dilengkapi kain Lafa yang dililitkan di pinggang dan diselempangkan ke bahu.

Kain Lafa yang dikenakan Gibran dihiasi motif Hua Peni. Motif tersebut menggambarkan keluhuran serta keteraturan adat.

Corak merah marun yang mendominasi kain juga memiliki makna tersendiri. Warna tersebut merepresentasikan keberanian, semangat hidup, sekaligus penghargaan kepada para leluhur.

Penampilan Gibran semakin lengkap dengan jas hitam dan Topi Ti'i Langga. Topi khas masyarakat Rote yang terbuat dari daun lontar kering tersebut menjadi simbol keperkasaan, kehormatan, dan jiwa kepemimpinan.

Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah juga mengenakan busana dengan nuansa adat yang serupa saat mendampingi kedua orang tuanya menghadiri upacara di Istana Merdeka.

Selvi Tampil dengan Busana Adat Dayak Kenyah

Sementara itu, Selvi Gibran mengenakan pakaian adat Ta'a Dayak Kenyah yang berasal dari wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Busana tersebut menggunakan motif kalong aga. Motif ini merepresentasikan kesederhanaan yang berpadu dengan jiwa berwibawa, kuat, percaya diri, serta memiliki keterikatan dengan alam dan leluhur.

Warna merah yang mendominasi busana Selvi juga memiliki makna dalam tradisi Dayak Kenyah. Warna tersebut mencerminkan semangat dan keberanian menghadapi kehidupan, kekuatan batin, serta keteguhan untuk tidak mudah menyerah.

Pilihan busana Gibran dan Selvi yang berasal dari daerah berbeda sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Gibran Pakai Adat Rote di Tengah Duka Gempa NTT

Pemilihan busana adat Rote menjadi sorotan tersendiri karena NTT baru saja dilanda gempa besar.

Baca Juga : Peringati HUT Ke-81 RI, Warga Bumiayu Bentangkan Merah Putih 81 Meter Sejauh 8 Kilometer

Gempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka. Hingga Minggu sore, BNPB mencatat 53 orang meninggal dan 137 orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta sejumlah fasilitas umum.

Di tengah suasana duka tersebut, Gibran justru mengenakan busana yang merepresentasikan salah satu kekayaan budaya NTT dalam upacara kenegaraan di Jakarta.

Namun, tidak ada keterangan resmi yang menyebut bahwa busana adat Rote dipilih secara khusus sebagai bentuk respons atau ungkapan solidaritas terhadap korban gempa NTT. Karena itu, penggunaan busana tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari representasi keberagaman budaya Indonesia dalam peringatan HUT ke-81 RI.

Meski demikian, momentum tersebut membuat identitas budaya NTT turut mendapat perhatian publik ketika provinsi tersebut sedang menghadapi masa sulit pascagempa.

Makna Busana Adat di Hari Kemerdekaan

Penampilan keluarga Wapres dengan busana adat dari berbagai daerah menjadi bagian dari pesan keberagaman pada peringatan kemerdekaan tahun ini.

Gibran membawa identitas budaya Rote dari NTT, sementara Selvi tampil dengan busana Dayak Kenyah dari Kalimantan. Keduanya berasal dari wilayah yang berbeda, tetapi tampil dalam satu momentum nasional untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 RI tahun ini mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."

Di tengah perayaan kemerdekaan, perhatian terhadap masyarakat NTT yang terdampak gempa juga menjadi bagian penting dari suasana nasional. Sebanyak 53 korban jiwa telah tercatat hingga 16 Agustus dan proses penanganan bencana masih berlangsung.

Dengan demikian, busana adat yang dikenakan Gibran dan Selvi tidak sekadar menjadi pelengkap penampilan dalam upacara kenegaraan. Pakaian tersebut turut memperlihatkan bahwa keberagaman budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Indonesia, termasuk budaya NTT yang tengah mendapat perhatian setelah bencana gempa.


Topik

Peristiwa wapres gibran rakabuming raka baju adat rote ntt



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa