Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

MPLS di Kota Batu Tekankan Penguatan Karakter Tanpa Perpeloncoan, Sekolah Diminta Utamakan Pencegahan Bullying

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

13 - Jul - 2026, 12:38

Placeholder
Pengenalan oleh pendamping OSIS di salah satu SMP Negeri di Kota Batu dilakukan secara interaktif.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Suasana ceria mewarnai hari pertama masuk sekolah dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Batu, Senin (13/7/2026). Siswa lulusan SD/sederajat diperkenalkan pada aktivitas dan lingkungan selama sekitar lima hari pertama masuk sekolah.

Salah satunya yang terpantau di SMP Negeri 2 Batu. Terbagi di sejumlah ruang kelas, ratusan siswa baru mulai diperkenalkan dengan iklim belajar yang berbeda melalui pendampingan intensif dari guru serta pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Baca Juga : Menjadi Mahasiswa: Awal Sebuah Perjalanan

Transisi model pembelajaran dan perlindungan anak dari tindakan perundungan (bullying) menjadi fokus utama dalam pelaksanaan pengenalan sekolah tahun ini. Pengkondisian siswa ditekankan pada penguatan karakter agar adaptasi dari jenjang sekolah dasar menuju sekolah menengah dapat berjalan tanpa kendala psikologis.

Kepala SMPN 2 Batu, Ida Nusaroh, membeberkan bahwa institusinya menampung total 320 siswa baru dari total keseluruhan 950 pelajar yang aktif di sekolah tersebut. Dalam pelaksanaan MPLS yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari dari Senin hingga Jumat ini, pihaknya mengadopsi tema lokal "SAE" yang merupakan akronim dari Santun, Aktif, dan Edukatif.

"Untuk pilar santun sengaja digaungkan guna membentuk karakter dasar anak agar menaruh rasa hormat kepada orang tua, tenaga pendidik, maupun sesama teman sebaya," kata Ida Nusaroh saat dikonfirmasi di sela-sela memantau aktivitas siswa baru di kelas, Senin pagi.

Ida menyebutkan, sekolah secara masif mengampanyekan gerakan rukun sesama teman melalui instrumen lagu pencegahan agar tidak ada celah bagi tindakan intimidasi atau perundungan fisik dan verbal di lingkungan sekolah.

"Kami selalu menyampaikan di upacara itu lagu rukun sesama teman agar tidak ada bullying di antara mereka," ungkapnya.

Lebih lanjut pada pilar "Aktif", pihak sekolah langsung mengimplementasikan digitalisasi ruang kelas menggunakan fasilitas layar LCD dan presentasi interaktif berbasis PowerPoint (PPT). Langkah ini diambil guna mengenalkan ekosistem belajar modern yang mendorong siswa lebih eksploratif, sekaligus meninggalkan metode pengajaran konvensional yang monoton.

Menariknya, keaktifan para siswa pada hari pertama masuk sekolah ini juga langsung didukung dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembagian asupan nutrisi tersebut sudah mulai disalurkan secara merata untuk seluruh pelajar, mulai dari kelas 7, 8, hingga kelas 9 sesuai regulasi dan jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Dispendik Kabupaten Malang Lakukan Berbagai Upaya untuk Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Sementara untuk pilar "Edukatif", Ida memastikan bahwa tidak ada lagi ruang bagi praktik kekerasan atau perploncoan yang merugikan fisik siswa. "MPLS dirancang sepenuhnya dengan suasana yang menyenangkan, di mana para siswa diajak memaksimalkan pengenalan lingkungan fisik sekolah yang luas sebagai laboratorium belajar terbuka," katanya.

Pihak sekolah juga menegaskan tidak lagi menerapkan sistem menginap di sekolah selama masa orientasi. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor perubahan cuaca ekstrem di Kota Batu serta demi menjaga kebugaran fisik anak agar proses adaptasi lingkungan pasca-libur panjang berjalan optimal.

"Kami tidak menginginkan menginap di sekolah, apalagi yang pertama cuaca. Yang kedua, anak-anak itu situasi seperti ini habis libur, kan lebih baik biar adaptasi dulu di sekolah," jelas Ida.

Untuk memperkaya pilihan pengembangan bakat non-akademik, pihak sekolah juga mendongkrak jumlah kegiatan ekstrakurikuler yang semula hanya 23 jenis kini bertambah menjadi 28 bidang pilihan. "Untuk pengenalan kegiatan ekstrakurikuler itu dijadwalkan bakal dilakukan di sekolah pada hari Kamis mendatang," imbuhnya.

Guna memastikan seluruh program pengenalan berjalan lancar tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar reguler, sambung Ida, pihak sekolah juga menggandeng mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB). Kolaborasi ini difokuskan untuk membantu manajemen kelas atas serta mendampingi rangkaian MPLS hingga upacara pengukuhan Dewan Galang di hari terakhir nanti. Yakni badan pengurus dalam Gerakan Pramuka tingkat SMP/MTs (usia 11–15 tahun).


Topik

Pendidikan mpls smpn2 batu ida nusaroh mpls kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan