Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Character Building MTsN 2 Kota Malang, Ikhtiar Menyiapkan Generasi Adaptif di Tengah Perubahan Zaman

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

11 - Jul - 2026, 19:13

Placeholder
Kegiatan Character Building bagi siswa kelas VIII dan IX MTsN 2 Kota Malang di Dusun Sumber Alam (DSA), Karangploso, Kabupaten Malang. (ist)

JATIMTIMES – Kemampuan akademik tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan peserta didik. Di tengah derasnya arus digitalisasi, tekanan media sosial, hingga meningkatnya tantangan kesehatan mental remaja, sekolah kini dituntut menghadirkan ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter, daya juang, dan kemampuan beradaptasi. 

Isu inilah yang menjadi fokus Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang melalui kegiatan Character Building bagi siswa kelas VIII dan IX di Dusun Sumber Alam (DSA), Karangploso, Kabupaten Malang, pada 7 hingga 9 Juli 2026.

Baca Juga : Di Bawah Kepemimpinan M. Rifai, PKB Kabupaten Blitar Beri Panggung Gen Z dan Milenial

Program tersebut dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Peserta didik tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga dihadapkan pada berbagai aktivitas yang menguji kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, disiplin, hingga kemampuan mengambil keputusan dalam situasi tertentu.

1

Pendekatan tersebut dipandang relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Perkembangan teknologi menghadirkan kemudahan memperoleh informasi, namun di sisi lain juga memunculkan persoalan baru seperti rendahnya kepercayaan diri, ketergantungan pada gawai, lemahnya interaksi sosial, hingga munculnya fenomena imposter syndrome di kalangan remaja.

Karena itu, salah satu materi yang diberikan kepada peserta adalah mengenali potensi diri sekaligus memahami cara mengelola imposter syndrome, yakni kondisi ketika seseorang merasa tidak layak atas pencapaian yang diraih meski memiliki kemampuan yang memadai.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara bergelombang. Selain orientasi dan pembentukan kelompok, mereka menjalani latihan peraturan baris berbaris (PBB), outbound, permainan kolaboratif, malam kreativitas, pentas seni, hingga sesi refleksi yang dirancang untuk membangun keberanian menyampaikan pendapat sekaligus memperkuat rasa percaya diri.

3

Kegiatan juga dipadukan dengan pembinaan spiritual melalui salat berjamaah, tahajud, dan kultum tadabbur ayat. Pola tersebut diharapkan mampu menyeimbangkan penguatan karakter sosial dengan pembentukan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator kegiatan Khadibil Adhar SPd mengatakan tantangan pendidikan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan peningkatan prestasi akademik. Sekolah juga dituntut menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan menghadapi perubahan serta mampu bekerja sama di tengah lingkungan yang semakin beragam.

"Madrasah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, tangguh, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pengalaman langsung yang menyenangkan sekaligus bermakna," ujarnya.

Menurut Khadibil, pembelajaran di luar kelas memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenali karakter dirinya sendiri maupun orang lain. Situasi tersebut sulit diperoleh apabila proses pembelajaran hanya berlangsung di ruang kelas.

2

Melalui aktivitas kelompok, peserta dituntut menyusun strategi, berkomunikasi secara efektif, membagi peran, hingga menyelesaikan persoalan bersama. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membangun kepemimpinan sekaligus meningkatkan kemampuan berkolaborasi.

Baca Juga : Baiat Dokter Muslim ke 46: FK Unisma Tegaskan Karakter dan Integritas Sama Pentingnya dengan Kompetensi

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsN 2 Kota Malang Muhammad Subkhi MPd menilai ketangguhan mental menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh generasi muda. Menurut dia, perubahan yang berlangsung sangat cepat menuntut peserta didik memiliki kemampuan bangkit ketika menghadapi kegagalan maupun tekanan.

"Keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi oleh kedisiplinan, ketangguhan, integritas, dan kemauan untuk terus bangkit setiap kali menghadapi tantangan. Jadikan setiap latihan sebagai pembiasaan, setiap kesulitan sebagai guru terbaik, dan setiap kebersamaan sebagai kekuatan untuk saling menguatkan," katanya.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti Character Building tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kota Malang Anita Yusianti MPd menilai pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi akademik. Menurut dia, kemampuan intelektual tanpa didukung karakter yang kuat akan sulit menjawab tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

"Ilmu pengetahuan akan menjadi lebih bermakna apabila dibangun di atas karakter yang baik. Karena itu manfaatkan setiap proses selama mengikuti Character Building ini dengan hati yang terbuka. Belajarlah tentang disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, kejujuran, dan keberanian menghadapi tantangan," ujarnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama tiga hari dapat menjadi bekal ketika kembali mengikuti proses pembelajaran di madrasah. Tidak hanya membawa keterampilan baru, tetapi juga membangun pola pikir yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi dinamika perubahan.

Melalui pendekatan tersebut, MTsN 2 Kota Malang mencoba menggeser orientasi pendidikan yang semata-mata berfokus pada capaian nilai akademik menuju pembentukan kompetensi yang lebih menyeluruh. Di tengah meningkatnya tantangan sosial dan perkembangan teknologi, penguatan karakter, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta ketahanan mental dinilai menjadi modal penting agar peserta didik mampu berkembang sebagai generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan.


Topik

Pendidikan MTsN 2 Kota Malang character building pembangunan karakter



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan