Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Unikama Dorong Kompetensi Guru Masa Depan, Penguasaan Coding dan AI Dinilai Tak Lagi Sekadar Pilihan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Jul - 2026, 12:18

Placeholder
Pelatihan yang diselenggarakan Unikama bertajuk Membangun Kompetensi Guru Masa Depan Melalui Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) (ist)

JATIMTIMES - Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat mengubah wajah dunia pendidikan. Di tengah perubahan tersebut, kemampuan guru dalam memahami coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini dinilai menjadi kompetensi yang tidak lagi bersifat pelengkap, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan pembelajaran masa depan.

Berangkat dari kebutuhan itu, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar pelatihan bertajuk Membangun Kompetensi Guru Masa Depan Melalui Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) belum lama ini. Program yang digelar bekerja sama dengan IBLU Academy itu menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon pendidik yang mampu beradaptasi dengan transformasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai etika.

1

Kepala Program Studi PPG Unikama, Dr. Dyah Tri Wahyuningtyas, S.Si., M.Pd., menilai penguasaan coding dan AI harus dipahami sebagai bekal membangun cara berpikir, bukan sekadar menguasai perangkat teknologi.

Baca Juga : Kisah Petugas TPA Milangasri Magetan, Bertaruh Nyawa di Bawah SUTET dan Lahan Overload Demi Wajah Kota Tetap Asri

"Kegiatan coding dan kecerdasan artifisial ini bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan sarana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional, pemecahan masalah, inovasi, serta etika dalam memanfaatkan teknologi," ujarnya saat membuka kegiatan.

1

Menurutnya, guru pada era digital dituntut mampu menghadirkan proses belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. Penggunaan teknologi di ruang kelas harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mendorong peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Di sisi lain, pesatnya pemanfaatan AI juga memunculkan tantangan baru. Kemudahan yang ditawarkan teknologi berpotensi disalahgunakan apabila tidak dibarengi dengan pemahaman etika digital.

2

Perwakilan IBLU Academy mengingatkan bahwa fenomena penyalahgunaan AI kini mulai menjadi persoalan di berbagai lingkungan pendidikan. Karena itu, kemampuan menggunakan AI harus dibarengi dengan tanggung jawab moral.

"Sayangnya sekarang praktik yang menerobos etik dalam penggunaan AI itu sudah menjadi hal yang biasa. Tanggung jawab kita bukan sekadar membuat siswa bisa memakai AI, tapi bagaimana agar tools ini bisa dipakai dengan bijak dan dipahami koridor-koridor etiknya," katanya.

3

Pelatihan tersebut juga memperkenalkan coding sebagai sarana melatih pola pikir logis, sistematis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Sementara pemanfaatan AI dikenalkan untuk mendukung personalisasi pembelajaran, pengembangan kreativitas, hingga membantu guru merancang metode mengajar yang lebih efektif sesuai kebutuhan peserta didik.

4

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd., menegaskan bahwa membentuk guru masa depan membutuhkan proses yang tidak sederhana. Kompetensi profesional, kemampuan teknologi, serta kesiapan belajar harus dibangun secara bersamaan.

"Membangun kompetensi guru masa depan itu tidak gampang. Ibarat membuat kue, ramuannya harus lengkap dan bahannya juga harus jelas. Kesiapan Anda di dalam berproses belajar itu sangat kami butuhkan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan AI sebagai jalan pintas dalam menyelesaikan tugas akademik. Menurutnya, calon guru harus tetap mengedepankan proses berpikir, analisis, dan pengalaman lapangan sehingga teknologi berfungsi sebagai alat pendukung, bukan pengganti kemampuan intelektual.

Baca Juga : Sengkarut Lingkungan dan Energi: DPRD Jatim Soroti Ancaman Banjir, Deforestasi, hingga Skandal ESDM

Melalui kolaborasi dengan IBLU Academy, Unikama berharap pelatihan ini mampu melahirkan calon guru yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki integritas dan etika dalam mengimplementasikan AI di dunia pendidikan. Dengan bekal tersebut, lulusan PPG diharapkan siap menghadapi perubahan ekosistem pembelajaran yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.


Topik

Pendidikan Unikama Kompetensi Guru guru Coding AI



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan