JATIMTIMES – Penyelenggaraan Haflah Akhirussanah angkatan ke-47 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Batu di UMM Dome menjadi momen istimewa dengan hadirnya Wali Kota Batu, Nurochman. Nurochman memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas kelulusan MAN Kota Batu yang dinilai memiliki keunggulan kompetitif di bidang akademis sekaligus penguatan moral.
Menurut Wali Kota Batu Nurochman, di tengah hantaman kemajuan teknologi dan digitalisasi yang bergerak sangat cepat, benteng keagamaan merupakan elemen paling krusial untuk menjaga moralitas generasi muda.
Baca Juga : Haflah Akhirussanah ke-47 MAN Kota Batu Bertabur Prestasi: Masuk 5 Besar Jatim, 165 Lulusan Sukses Lolos PTN
"Kualitas pendidikan akademik di MAN Kota Batu ini tidak kalah dengan sekolah lain. Nilai plusnya, di sini ditambahi dengan kualitas keagamaannya. Itu yang pasti membedakan," ujar Nurochman di hadapan ratusan wisudawan.
Lebih lanjut, pimpinan daerah yang akrab disapa Cak Nur ini berpesan agar para lulusan tidak cepat berpuas diri, melainkan harus siap beradaptasi dengan tantangan kompetisi global yang semakin ketat.
Dirinya menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater dan daerah di mana pun para siswa melanjutkan langkah kakinya nanti.
"Kompetisi global semakin berat, digitalisasi bergerak cepat. Maka, kalian semuanya harus mampu beradaptasi dan berkontribusi. Tetaplah rendah hati dan jagalah integritas serta nama baik Kota Batu," tuturnya.
Ia memberikan suntikan semangat agar terus tumbuh meraih cita cita. Politisi yang pernah duduk di kursi legislatif Wakil Ketua DPRD Kota Batu itu juga mendorong agar para siswa lulusan tidak ragu untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin untuk menjadi generasi penerus pemimpin.

Apresiasi dan pesan senada juga ditegaskan oleh Kepala MAN Kota Batu, Farhadi, yang merasa bersyukur melihat output lulusan madrasah yang semakin diakui dan mampu menempati posisi strategis di masyarakat.

Farhadi mengingatkan bahwa modal ilmu pengetahuan tinggi yang didapat di bangku sekolah harus tetap diimbangi dengan pembiasaan karakter dan ibadah yang konsisten di luar lingkungan madrasah.
"Selama pendidikan di MAN tidak diajarkan pengetahuan saja, tapi juga pembiasaan ibadah. Ujian yang sebenarnya adalah pelaksanaan ibadah ketika kalian sudah tidak ada yang memantau di rumah atau di tempat kuliah nanti," kata Farhadi.

Menutup pesannya, Farhadi menaruh harapan besar agar tongkat estafet pembangunan di Kota Batu kelak akan diteruskan oleh generasi-generasi madrasah yang tangguh dan berakhlak mulia ini.
Baca Juga : 8 Fakultas Unair dengan Gaji Alumni Tertinggi, Teknologi hingga Hukum Punya Prospek Menjanjikan
"Saya sebentar lagi sudah purna. Sehingga yang meneruskan perjuangan ini siapa lagi kalau bukan generasi-generasi seperti kalian. Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat untuk dunia dan akhirat," pungkas Farhadi.
