Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Wisuda Unikama 2026, Rektor Tekankan Ketangguhan dan Integritas di Tengah Disrupsi Digital

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

23 - May - 2026, 16:04

Placeholder
Rektor Unikama Prof Dr Sudi Dul Aji MSi saat melaksanakan prosesi wisuda mahasiswa semester ganjil tahun akademik 2025/2026. (ist)

JATIMTIMES - Wisuda Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) tahun akademik ganjil 2025-2026 tidak hanya menjadi penanda kelulusan ratusan mahasiswa, tetapi juga momentum refleksi tentang arah pendidikan tinggi di tengah derasnya perubahan zaman. Dalam prosesi wisuda yang digelar Sabtu (23/5/2026), isu tentang integritas lulusan, validitas data akademik, hingga tantangan kecerdasan buatan menjadi sorotan utama.

Melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 128/BAA/B22.5/UK-ML/V.2026 tertanggal 5 Mei 2026, Unikama mewisuda sebanyak 450 lulusan sarjana dan pascasarjana. Jumlah terbesar berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan sebanyak 192 lulusan. Disusul Pascasarjana 96 lulusan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis 59 lulusan, Fakultas Hukum 42 lulusan, Fakultas Bahasa dan Sastra 35 lulusan, Fakultas Peternakan 20 lulusan, serta Fakultas Sains dan Teknologi 20 lulusan.

6

Rektor Unikama Prof Dr Sudi Dul Aji MSi menilai wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal tanggung jawab baru generasi muda menghadapi dunia yang terus berubah.

Baca Juga : Heboh Isu Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026, Pertamina Buka Suara

“Hari ini adalah perjumpaan antara perjuangan, harapan, dan masa depan. Di ruangan ini hadir cerita tentang kerja keras, doa orang tua, pengorbanan keluarga, kesungguhan dosen, dan ketekunan saudara-saudara semua dalam menyelesaikan perjalanan akademik,” ujar Sudi Dul Aji.

2

Menurut dia, tantangan lulusan saat ini tidak lagi hanya soal kompetensi akademik. Dunia kerja dan masyarakat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai moral dan kepedulian sosial.

“Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat. Kecerdasan buatan, transformasi digital, disrupsi ekonomi, dan perubahan sosial akan terus menguji kemampuan manusia. Di tengah dunia yang berubah, ada satu hal yang harus tetap dijaga: karakter dan kemanusiaan,” katanya.

1

Ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak boleh berhenti belajar setelah memperoleh ijazah. Ketekunan, kemampuan bertahan menghadapi kegagalan, serta kemauan untuk terus berkembang disebut menjadi faktor penting menghadapi persaingan global.

“Kesuksesan bukan hanya soal kecerdasan, tetapi tentang ketekunan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar. Jangan berhenti berkembang hanya karena Anda sudah lulus. Teruslah menjadi pembelajar seumur hidup,” tegasnya.

3

Sorotan lain dalam wisuda kali ini datang dari Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof Dr Dyah Sawitri yang mengingatkan pentingnya validitas data akademik mahasiswa di sistem nasional Pendidikan Tinggi atau PDDIKTI. Ia meminta seluruh wisudawan memastikan status kelulusan mereka benar-benar tercatat secara resmi dalam sistem.

Dyah Sawitri bahkan meminta para wisudawan langsung memeriksa data kelulusan melalui telepon genggam masing-masing saat acara berlangsung. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya perlindungan hak lulusan di masa depan.

4

“Jangan sampai nanti para wisudawan saat menggunakan ijazah ada kendala karena di PDDIKTI masih dikatakan aktif. Di PDDIKTI harus sudah dinyatakan lulus,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ketidaksesuaian data akademik masih sering ditemukan ketika lulusan memasuki dunia kerja atau mengikuti proses verifikasi instansi tertentu. Karena itu, ia menilai kesadaran mahasiswa terhadap validasi data menjadi hal penting yang sering diabaikan.

“Yang penting jati diri, profil Anda di PDDIKTI harus benar. Dicek namanya sudah benar, nomor induk mahasiswa sudah benar, program studi sudah benar,” katanya.

4

Ia mengungkapkan bahwa verifikasi data lulusan menjadi bagian penting dalam pelayanan pendidikan tinggi karena sejumlah lembaga, termasuk kepolisian, kerap meminta konfirmasi langsung kepada LLDIKTI terkait status akademik pelamar kerja.

Baca Juga : Bupati Jombang Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung Akhir Juni

“Kalau di Polda itu mau rekrutmen selalu minta verifikasi kepada LLDIKTI. Sehingga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Selain validasi data, Dyah Sawitri juga menyoroti pentingnya keterlibatan alumni dalam tracer study yang disiapkan kementerian. Menurutnya, data tersebut menentukan arah evaluasi kualitas perguruan tinggi sekaligus memetakan daya saing lulusan di dunia kerja.

Di tengah pesan besar soal karakter dan integritas, capaian akademik para wisudawan juga menjadi perhatian. Ahmad Zahidin Al Faruq dari Program Studi PGSD tercatat sebagai peraih IPK tertinggi Fakultas Ilmu Pendidikan dengan IPK 3,97. Dari Fakultas Peternakan, Stephanus Herin Pinastico meraih IPK 3,94, sedangkan Nur Azizah dari Fakultas Hukum memperoleh IPK 3,92.

Novita Rahma Sari dari Pendidikan Fisika menjadi lulusan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi dengan IPK 3,88. Fakultas Ekonomika dan Bisnis menempatkan Nur Avidah dari Prodi Manajemen sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,87, sementara Fakultas Bahasa dan Sastra diraih Sesilia Yessyca Amelia Putri dari Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,83.

Untuk jenjang Pascasarjana, capaian tertinggi diraih Lailatul Anggraini dari Magister Pendidikan Matematika dengan IPK 3,97 dan predikat dengan pujian.

Wisuda kali ini juga berlangsung bertepatan dengan Dies Natalis ke-69 Unikama. Momentum tersebut dimanfaatkan kampus untuk menegaskan identitasnya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai humanisme dan pengabdian sosial.

“Bangunlah negeri ini melalui profesi saudara masing-masing. Jadilah guru yang menginspirasi, pemimpin yang melayani, entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja, peneliti yang melahirkan inovasi, dan warga bangsa yang menjaga persatuan,” kata Sudi Dul Aji.

Menutup pidatonya, ia kembali menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan pintar, tetapi juga manusia yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Ilmu akan memberi arah, karakter akan memberi kekuatan, dan pengabdian akan memberi makna,” pungkasnya.


Topik

Pendidikan Unikama Malang wisuda kampus Malang perguruan tinggi Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy