JATIMTIMES - Komitmen memperkuat pembinaan warga binaan terus didorong Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Malang bersama Pemerintah Kota Malang. Hal itu terlihat dalam kunjungan silaturahmi Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar ke Balai Kota Malang untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Pertemuan perdana tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban di ruang kerja Wali Kota Malang. Momen itu sekaligus menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembinaan warga binaan.
Baca Juga : Siswa SD Outing Class ke Kejari Kota Malang, Belajar Hukum hingga Kenali Bahaya Bullying
Dalam pertemuan tersebut, Kalapas Malang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi demi mengoptimalkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Selain mempererat hubungan kelembagaan, pembahasan juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Salah satu poin yang menjadi perhatian yakni program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan di Lapas Kelas I Malang. Christo mengungkapkan, program tersebut sebenarnya telah berjalan, namun masih membutuhkan dukungan dan pendampingan dari perangkat daerah terkait agar pelaksanaannya semakin maksimal.
Menurutnya, pendidikan menjadi hak penting bagi warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat usai menjalani masa pidana. Karena itu, sinergi dengan Pemerintah Kota Malang dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
“Kami berharap adanya dukungan dan pendampingan dari Pemerintah Kota Malang agar program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan dapat berjalan lebih maksimal, sehingga hak pendidikan mereka benar-benar terpenuhi dengan baik,” ujar Christo.
Christo juga menegaskan, penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
Tak hanya membahas sektor pembinaan, pertemuan tersebut juga menyinggung progres penataan administrasi aset bangunan di Lapas Kelas I Malang. Kalapas menyampaikan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan dinas teknis Pemerintah Kota Malang terkait penyusunan dokumen aset guna mendukung tertib administrasi Bangunan Milik Negara (BMN).
Menurutnya, percepatan pencatatan dan penataan aset saat ini menjadi fokus penting yang membutuhkan dukungan lintas sektor agar berjalan optimal. Menariknya, pembahasan turut menyentuh rencana pengusulan bangunan Lapas Kelas I Malang sebagai bangunan cagar budaya. Usulan itu muncul lantaran lapas tersebut memiliki nilai historis sebagai bangunan peninggalan era kolonial.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyambut positif berbagai program dan gagasan yang disampaikan jajaran Lapas Kelas I Malang. “Pemerintah Kota Malang pun menyatakan siap mendukung pelaksanaan program pembinaan maupun penguatan tata kelola pemasyarakatan,” kata Wahyu.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara Lapas Kelas I Malang dan Pemerintah Kota Malang dalam membangun sistem pembinaan warga binaan yang lebih baik, sekaligus memperkuat tata kelola pemasyarakatan yang profesional dan berkelanjutan.
