Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata Melawat ke Thailand (1)

Perjalanan Nyaris Kandas karena Gejolak Energi Dunia, Suhu Sentuh 39 Derajat Celcius

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Yunan Helmy

09 - May - 2026, 14:44

Placeholder
Bandara Don Mueang di Thailand.

JATIMTIMES  – Mengunjungi Thailand untuk kali pertama  adalah sebuah impian. Namun datang di bulan Mei adalah sebuah tantangan adrenalin.

Dengan suhu yang nyaris menyentuh angka 39 derajat Celcius, petualangan ini bukan hanya soal destinasi, tapi soal strategi bertahan hidup di tengah cuaca ekstrem Thailand. 

Baca Juga : Apa Itu CNG? Gas Alam yang Disiapkan Pemerintah untuk Gantikan LPG 3 Kg

Udara terasa tebal, seolah-olah seseorang sedang menempelkan pengering rambut (hairdryer) raksasa tepat di depan wajah saya.

Penduduk lokal bahkan sering bercanda bahwa Thailand hanya punya dua musim: panas dan safngat panas.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kaki. Namun bagi saya, perjalanan perdana ke Thailand kali ini dimulai dengan satu tarikan napas panjang di depan layar monitor, menatap tumpukan email notifikasi yang mendebarkan.

Rencana mencicipi gurihnya Pad Thai langsung di pinggir jalanan Bangkok hampir saja menjadi angan-angan. Bayang-bayang pembatalan dan penjadwalan ulang  dari maskapai AirAsia sempat menghantui hari-hari menjelang keberangkatan. Gejolak geopolitik dunia yang memicu kenaikan harga avtur memaksa maskapai melakukan penyesuaian operasional, membuat nasib tiket di tangan sempat menjadi tanda tanya besar.

Setelah melewati drama kecemasan tersebut, roda pesawat akhirnya menyentuh landasan pacu Bandara Internasional Don Mueang. Namun, kejutan pertama Thailand tidak datang dari pemandangan kotanya, melainkan dari udaranya.

Meskipun jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.30 malam, hawa panas yang pengap dan lembap langsung menyergap. Rasanya seolah-olah matahari baru saja terbenam, meninggalkan hawa gerah yang membungkus seluruh area bandara.

Sayangnya, sambutan udara yang pengap itu hanyalah awal dari ujian kesabaran di malam pertama. Perjalanan menuju tempat istirahat berubah menjadi drama yang cukup menguras kantong.

Perjalanan yang seharusnya singkat, membengkak menjadi 1 hingga 1,5 jam menembus jalanan malam Bangkok. Alhasil, saya harus merogoh kocek sedalam 1.000 Bath atau setara dengan Rp500.000 untuk membayar argo taksi. Angka yang sangat menyesakkan untuk sebuah perjalanan dari bandara di hari pertama.

Namun, rasa capek karena berputar-putar langsung lunas terbayar begitu memasuki unit apartemen yang sudah dipesan jauh-jauh hari. Dengan biaya sekitar 5.000 Bath untuk durasi 4 hari 3 malam, fasilitas yang didapatkan sangatlah worth it. Apartemen ini tidak hanya nyaman dan lengkap, tetapi juga berada tepat di samping outlet Seven Eleven, penyelamat logistik murah bagi kaum backpacker nekat namun penuh perhitungan seperti saya.

Keesokan harinya, petualangan dimulai dengan mengunjungi destinasi wajib: Wat Arun atau Temple of Dawn. Untuk masuk ke area ini, wisatawan mancanegara dikenakan biaya tiket sebesar 200 Bath per orang. tiket ini sudah termasuk fasilitas free air mineral dingin yang sangat membantu meredam hawa panas Bangkok.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Anime Zombie Paling Seram untuk Temani Akhir Pekan, Berani Nonton Sendiri?

Daya tarik lain di sini adalah puluhan tempat penyewaan baju khas Thailand. Hanya dengan merogoh kocek 100 Bath, Anda sudah bisa menyewa kostum tradisional yang cantik. Namun perlu diingat, jika ingin menambah aksesori pendukung seperti payung khas Thailand agar foto lebih estetik, akan ada biaya tambahan lagi.

Sebelum menutup tulisan ini, ada beberapa tips dari pengalaman "berdarah-darah" saya di hari pertama yang bisa Anda jadikan pelajaran:

Soal  taksi dari Don Mueang, jangan hanya mengandalkan share location dari aplikasi pesan. Pastikan Anda memiliki alamat tujuan dalam aksara  Thailand dan nomor telepon pengelola akomodasi yang bisa langsung dihubungi oleh sopir taksi.

Sangat disarankan menggunakan aplikasi ride-hailing (seperti Grab atau Bolt) agar tarif sudah terkunci di awal dan menghindari drama salah jalan yang membuat argo membengkak.

Mengunjungi Wat Arun

Datanglah pagi sekali atau sekalian sore hari untuk menghindari puncak cuaca panas. Jangan lupa tukarkan kupon tiket Anda dengan air mineral gratis di dalam. Untuk sewa baju, pilihlah gerai yang tidak terlalu antre agar Anda punya waktu lebih banyak untuk berfoto sebelum waktu sewa habis.

Kisah seru saya di Negeri Gajah Putih tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak cerita menarik, mulai dari petualangan kuliner hingga cara unik bertahan hidup di Bangkok yang akan saya bagikan. Saya akan menuliskan detail kegiatan saya selama di Thailand pada tulisan berikutnya. Jangan sampai ketinggalan ya. 


Topik

Wisata Lawatan ke luar negeri Thailand melawat ke Thailand



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Yunan Helmy