Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Dinkes Kota Malang Klaim Program MBG Bantu Tekan Angka Stunting

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

02 - May - 2026, 15:00

Placeholder
Ilustrasi distribusi MBG di Kota Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat adanya trend positif pada angka prevalensi stunting yang terus menurun. Bahkan trend positif tersebut diklaim juga dipicu program makan bergizi gratis (MBG). 

Stunting di Kota Malang tercatat berada di angka 8,1 persen berdasarkan hasil bulan timbang balita yang dilakukan melalui Posyandu. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun terus mengoptimalkan berbagai intervensi. mulai dari pemberian makanan tambahan hingga dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menekan angka stunting.

Baca Juga : Ramai Wacana Penutupan Prodi, UB Tegaskan Kampus Tak Bisa Hanya Ikuti Kebutuhan Industri

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif menjelaskan, pemantauan stunting dilakukan secara rutin setiap bulan melalui pengukuran dan penimbangan balita di Posyandu.

“Hasil pengukuran itu dilaporkan melalui aplikasi e-PPGBM, Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat. Jadi masing-masing Posyandu setelah melakukan pengukuran dan penimbangan melaporkan ke Dinas Kesehatan, lalu diteruskan ke pusat,” ujar Husnul.

Dari sekitar 38 ribu balita yang tercatat dalam pengukuran, angka stunting Kota Malang saat ini berada di kisaran 8,1 persen.

Menurut Husnul, program MBG dinilai berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap upaya penurunan stunting, terutama pada kelompok usia prioritas di bawah dua tahun.

“Stunting itu prioritas yang kita ukur usia dua tahun ke bawah. Kalau dilakukan intervensi spesifik maupun sensitif, ditambah MBG, tentu pengaruhnya akan besar sekali,” katanya.

Meski demikian, Dinkes belum memisahkan dampak langsung program MBG terhadap penurunan stunting. Sebab, saat ini intervensi dilakukan secara terpadu melalui sejumlah program lain, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) stunting yang dikelola Puskesmas.

Baca Juga : Harga Diesel BP-Vivo 2 Mei 2026 Melonjak Drastis, Tembus Rp 30 Ribu

“Semua ini merupakan intervensi untuk meminimalkan atau mengurangi stunting yang ada di Kota Malang,” imbuhnya.

Husnul menambahkan, angka 8,1 persen tersebut merupakan hasil bulan timbang balita terbaru. Ke depan, pihaknya menargetkan seluruh Posyandu dapat melakukan pengukuran secara lengkap dan valid agar data stunting semakin akurat.

“Target kita setiap kali penimbangan dan pengukuran, masing-masing Posyandu bisa melakukan sasaran lengkap dan valid ukurannya sehingga hasilnya bisa terlihat,” jelasnya.

Terkait sebaran kasus stunting di lima kecamatan di Kota Malang, Husnul menyebut kondisinya masih relatif merata. Saat ini, pemantauan dilakukan melalui 644 Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang.


Topik

Pemerintahan Dinkes Dinkes Kota Malang MBG stunting program mbg



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan