Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ramai Dihujat di TikTok, Dukungan ke Gubernur Malut Justru Lebih Kuat

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

19 - Apr - 2026, 18:31

Placeholder
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. (Foto: Antara)

JATIMTIMES - Riuh komentar pedas di TikTok soal Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos sempat bikin publik mengira dukungan terhadap kepala daerah itu merosot. Namun, hasil riset terbaru justru menunjukkan cerita berbeda.

Laporan dari BeData Technology mengungkap, di balik derasnya kritik yang terlihat di kolom komentar, dukungan publik ternyata masih kuat, bahkan lebih dominan jika dilihat dari sisi keterlibatan pengguna.

Baca Juga : Nekat Gagal Bayar Pinjol? Ini Risiko Besar Mengintai 

Dalam laporan bertajuk "Sentimen Publik Gubernur Maluku Utara", BeData mencatat sentimen negatif memang paling banyak muncul di TikTok.

Totalnya mencapai 50,4% atau sekitar 1.200 komentar. Sementara sentimen positif berada di angka 33,5% (799 komentar), dan 16,1% sisanya bersifat netral.

Grafis hasil riset BeData Technology sentimen ke Gubernur Malut. (Foto: Powered by BeData Technology)

Grafis hasil riset BeData Technology sentimen ke Gubernur Malut. (Foto: Powered by BeData Technology)

Sepintas, angka ini menunjukkan dominasi kritik. Namun, gambaran tersebut berubah ketika analisis tidak hanya melihat jumlah komentar.

BeData menggunakan metode weighted sentiment yang menghitung interaksi seperti likes. Hasilnya justru berbalik arah.

"Meskipun sentimen negatif terlihat dominan dari jumlah komentar, hasil engagement (like) menunjukkan bahwa sentimen positif justru lebih kuat (55,8%)," tulis laporan tersebut.

Temuan ini menunjukkan adanya fenomena silent support. Artinya, kelompok yang mendukung cenderung tidak banyak berkomentar, tetapi aktif memberikan tanda suka.

Sebaliknya, kritik lebih sering muncul dalam bentuk komentar panjang dan terbuka.

Logo

Analisis lebih lanjut melalui word cloud memperlihatkan arah pembahasan publik. Sentimen negatif ternyata banyak berkaitan dengan isu kinerja dan tata kelola.

Baca Juga : Aremania Utas Minta Maaf Usai Oknum Terjaring Razia Miras Polisi

Beberapa kata yang sering muncul di antaranya “kinerja”, “korupsi”, “KPK”, hingga “kaya”. Selain itu, muncul juga kata bernada korektif seperti “salah” dan “jangan”.

Sementara itu, sentimen positif lebih didominasi ekspresi personal. Kata-kata seperti “jujur”, “baik”, “sehat”, hingga doa dan harapan menjadi ciri utama dukungan dari netizen.

“Pola ini menunjukkan bahwa netizen lebih aktif menyampaikan kritik yang panjang dan argumentatif, sementara dukungan cenderung singkat dan pasif,” demikian isi laporan BeData.

Adapun riset BeData ini dilakukan dengan metode pengumpulan data dari TikTok yang kemudian dianalisis menggunakan teknologi IndoBERT.

Kesimpulannya, tingginya komentar negatif tidak serta-merta mencerminkan penolakan terhadap sosok gubernur. Justru sebaliknya, hal itu menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap kinerja pemimpin daerah.

Dalam kesimpulannya, BeData menjelaskan, membaca opini publik di media sosial tidak cukup hanya dari jumlah komentar. "Analisis tidak bisa hanya melihat jumlah komentar, tetapi juga perlu mempertimbangkan engagement untuk memahami persepsi publik secara utuh," tulis laporan BeData Technology.


Topik

Peristiwa gubernur malut bedata technology sherly tjoanda laos



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa