Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Olok Paus Leo XIV dan Unggah Foto AI Jadi Yesus, Donald Trump Tuai Kecaman tapi Ogah Minta Maaf

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

14 - Apr - 2026, 19:03

Placeholder
Postingan Donald Trump yang memperlihatkan dirinya seperti Yesus. (Foto X @remarks)

JATIMTIMES - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV dan mengunggah gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus Kristus.

Aksi tersebut memicu gelombang kecaman, termasuk dari kalangan umat Katolik di AS yang selama ini dikenal sebagai bagian dari basis pendukung Trump.

Baca Juga : AS Mulai Blokade Laut Iran, Ini Cara Kerja, Tujuan, dan Dampaknya bagi Dunia

Kontroversi bermula saat Trump menyebut Paus Leo XIV sebagai sosok yang “buruk” dalam urusan kebijakan luar negeri. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (13/4/2026) dini hari waktu Indonesia.

Kritik tersebut diduga berkaitan dengan sikap Paus yang kerap menentang kebijakan perang Amerika Serikat, termasuk terkait isu Iran.

Tak lama setelah itu, Trump mengunggah gambar di akun Truth Social miliknya. Gambar tersebut merupakan hasil rekayasa AI yang memperlihatkan dirinya mengenakan jubah merah-putih, dengan pose menyembuhkan orang sakit visual yang identik dengan penggambaran Yesus dalam tradisi Kristen.

Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus. Meski begitu, unggahan tersebut terlanjur viral dan banyak diposting kembali oleh beberapa akun. 

Langkah Trump langsung menuai reaksi keras. Sejumlah tokoh konservatif hingga komunitas Katolik di AS mengecam unggahan tersebut sebagai tindakan yang tidak pantas.

Brilyn Hollyhand, mantan ketua Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Republik, menyebut unggahan itu sebagai bentuk penghujatan. “Ini adalah penghujatan besar. Iman bukan alat peraga,” tulisnya di media sosial X.

Kritik serupa juga datang dari Riley Gaines, pembawa acara FOX News, yang menilai Trump kurang menunjukkan kerendahan hati.

Sementara itu, kolumnis konservatif Megan Basham bahkan menyebut unggahan tersebut sebagai “hujatan yang keterlaluan” dan mendesak Trump untuk meminta maaf.

Menanggapi kontroversi tersebut, Trump membantah bahwa gambar itu dimaksudkan sebagai representasi Yesus. Ia menyatakan bahwa sosok dalam gambar tersebut adalah dirinya sebagai pekerja kemanusiaan. “Itu terkait Palang Merah. Saya digambarkan sebagai pekerja yang kami dukung,” ujarnya.

Meski demikian, banyak pihak tetap menilai visual dalam gambar tersebut sangat menyerupai simbol keagamaan, mulai dari pakaian hingga gestur penyembuhan.

Baca Juga : Bupati Sanusi Ingatkan ASN Pemkab Malang Jaga Integritas, Larang Bertindak KKN hingga SPJ Fiktif

Kritik tidak hanya datang dari publik, tetapi juga dari pemimpin gereja Katolik di AS.

Paul S Coakley, Presiden Konferensi Uskup Katolik AS, mengaku kecewa dengan pernyataan Trump yang dianggap merendahkan Paus. Menurutnya, Paus bukanlah lawan politik. “Paus Leo bukan saingan politik. Ia adalah wakil Kristus yang berbicara untuk kebenaran dan keselamatan jiwa,” ujarnya.

Uskup Agung Las Vegas, George Leo Thomas, juga menilai kritik Trump justru menunjukkan pentingnya suara moral Paus dalam situasi global saat ini.

Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa dirinya akan tetap bersuara menentang perang dan mendorong dialog antarnegara.

Ia menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan ke kawasan Afrika. “Saya akan terus menyuarakan perdamaian dan mencari solusi yang adil. Terlalu banyak orang menderita saat ini,” ujarnya.

Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, Trump menegaskan tidak akan meminta maaf. Dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih, ia menyebut kritiknya terhadap Paus didasarkan pada perbedaan pandangan, khususnya terkait Iran. “Tidak, saya tidak akan meminta maaf. Paus Leo mengatakan hal-hal yang keliru,” kata Trump, seperti dikutip dari The Hill.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kebijakan AS dalam hal tersebut tidak akan berubah.


Topik

Internasional donald trump paus leo xiv yesus kristus kontroversi donald trump



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya