Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Viral Video Rokok dan Bunga di Jembatan Cangar, Jadi Simbol Duka

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

13 - Apr - 2026, 15:11

Placeholder
Deretan puntung rokok dan taburan bunga di jembatan Cangar. (Foto: tangkapan layar Instagram)

JATIMTIMES - Sebuah video viral yang telah ditonton lebih dari 214 ribu kali memperlihatkan deretan rokok dan taburan bunga di tepi jembatan Cangar, Kota Batu. Video yang beredar diduga berkaitan dengan peristiwa meninggalnya MMA (24), pemuda asal Trowulan, Mojokerto, yang ditemukan tak bernyawa di dasar jurang pada Selasa (31/3/2026) siang. 

Pemandangan itu sontak menarik perhatian para pengguna jalan. Tak sedikit warga yang melintas memilih berhenti sejenak untuk melihat langsung sekaligus mengabadikan momen yang kini viral tersebut.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Lantik Tri Iman Prasetyono Jadi Pj Sekda, Dorong Akselerasi Program Prioritas

Nuansa duka terasa kental, seolah lokasi itu menjadi titik perenungan atas peristiwa tragis yang terjadi sebelumnya. Belakangan diketahui, susunan rokok dan bunga tersebut merupakan bentuk ekspresi duka masyarakat pasca-meninggalnya MMA.

Peristiwa tragis itu menyisakan sejumlah barang pribadi korban di lokasi kejadian. Di tepi jembatan, ditemukan sepasang sandal, sebungkus rokok, serta sebuah korek api yang diduga milik korban.

Benda-benda sederhana itu kini menjadi saksi bisu dari detik-detik terakhir sebelum korban ditemukan meninggal dunia. 

Viralnya video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai peletakan rokok dan bunga sebagai bentuk empati. Sementara lainnya mengkritik karena dinilai tidak tepat.

 “Itu membuktikan banyak cowok yang merasa simpati terhadap masnya. Rokok, kopi, bunga adalah cara laki-laki bersimpati dengan sesamanya,” tulis rimbu.

Sementara akun akhe_martani mengingatkan agar publik tidak mudah menghakimi. “Seharusnya kita bisa menghargai cara orang lain menyampaikan duka, bukan malah menghakimi,” komentar akhe_martani.

Namun, kritik juga bermunculan. Akun d3ssy_now mempertanyakan tujuan peletakan bunga di lokasi kejadian. Sedangkan akun sri_canziy menyoroti potensi sampah dari puntung rokok yang ditinggalkan.

Baca Juga : Wanita Pencuri Motor di Singosari Viral, Ternyata Bagian dari Sindikat Keluarga Curanmor

Kasat Reskrim Polres Batu Joko Suprianto menjelaskan bahwa lokasi dan barang-barang yang ditinggalkan korban seperti rokok, sandal, yang terlihat dalam video memang berkaitan dengan korban.

“Memang benar dari ciri-ciri yang ada di video dan temuan setelah olah TKP bahwa itu memang korban yang terekam sebelum ditemukan tewas di bawah jembatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam rekaman yang beredar, korban sempat terlihat berada di sekitar pembatas jembatan, bahkan duduk melamun di atas sepeda motornya. Tak jauh dari lokasi itu, ditemukan sandal, rokok, dan korek api yang diduga kuat milik korban.

Temuan tersebut diperkuat dengan keterangan saksi yang menyebut korban telah berada di lokasi sekitar dua jam sebelum kejadian. Peristiwa ini sendiri terungkap setelah warga melaporkan adanya pria tergeletak di bawah jembatan kembar Cangar pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi berlumuran darah di area bebatuan. Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga korban meninggal dunia akibat terjatuh dari ketinggian. “Luka ini diduga kuat akibat terjatuh dari jembatan,” tutupnya.


Topik

Peristiwa Jembatan Cangar rokok dan bunga di jembatan Cangar simbol duka pemuda meninggal di jembatan Cangar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy