free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Beredar Isu Kenaikan BBM, Tak Ada Panic Buying di Kabupaten Malang

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

31 - Mar - 2026, 20:14

Placeholder
Antrean pembelian BBM di salah satu SPBU yang ada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang terlihat normal pada Selasa (31/3/2026) malam.

JATIMTIMES - Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi memastikan tidak terjadi panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Malang. Pernyataan tersebut sesuai dengan pantauan JatimTIMES di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang pada Selasa (31/3/2026).

"Situasi per hari ini masih kondusif, belum ada potensi atau indikasi adanya permasalahan," ujar Taat saat ditemui JatimTIMES pada Selasa (31/3/2026).

Baca Juga : Kasus Amsal Sitepu Disorot, Antara Dugaan Korupsi dan Kekhawatiran Kriminalisasi Pekerja Kreatif

Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah diberitakan telah terjadi panic buying lantaran beredar isu bakal terjadi kenaikan harga BBM. Isu tersebut setidaknya beredar masif di media sosial meskipun Pemerintah Pusat memastikan tidak akan terjadi kenaikan harga BBM pada 1 April 2026 besok.

Beredarnya isu kenaikan BBM itulah yang kemudian membuat perilaku masyarakat di beberapa daerah diberitakan membeli BBM dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Penyebabnya karena rasa takut akan kelangkaan atau situasi darurat.

Namun, kondisi di Kabupaten Malang mayoritas terpantau normal. Setidaknya, dari pantauan JatimTIMES di sejumlah SPBU mulai dari wilayah Kecamatan Bululawang hingga Kecamatan Kepanjen, antrean pembelian BBM terpantau normal seperti hari-hari biasanya.

Pantauan tersebut berlangsung sejak Selasa (31/3/2026) pagi hingga malam. Pantauan dari JatimTIMES itulah yang juga turut dibenarkan oleh Kapolres Malang.

"Ini juga dibuktikan bahwasanya sampai dengan hari ini belum ada petunjuk. Kalau memang sudah ada indikasi gangguan, pasti Polda Jatim atau Mabes Polri sudah ada petunjuk apakah itu melalui zoom meeting atau ada perintah tertulis dan sebagainya, tapi sampai hari ini belum ada," tegasnya.

Taat menyebut, belum adanya instruksi dari institusi Polri tersebut menandakan situasi secara nasional masih kondusif. "Artinya masih so far so good, sampai sejauh ini masih oke, baik-baik saja, belum ada apa-apa," imbuhnya.

Baca Juga : Alih Fungsi Lahan Masih Jadi Pemicu Utama Banjir Luapan di Bumiaji Kota Batu

Meski demikian, disampaikan Taat, Polres Malang tetap melaksanakan fungsi kepolisian sesuai dengan tugas pokoknya. Di antaranya tetap melaksanakan analisis kerawanan wilayah. "Tapi secara umum masih baik-baik saja sejauh ini. Belum ada panic buying dari masyarakat, masih landai-landai saja," ujarnya.

Hingga saat ini, diutarakan Taat, Polres Malang juga belum melakukan langkah khusus. Ia berharap, situasi panic buying termasuk BBM tidak terjadi di Kabupaten Malang.

"Belum ada upaya khusus yang kami laksanakan, karena memang situasi di lapangan juga belum membutuhkan itu, mudah-mudahan ini juga akan kondusif seterusnya. Tapi kalau nanti memang ada (gejolak, red), akan kami sampaikan lebih lanjut," pungkasnya.


Topik

Ekonomi bbm naik muhammad tat resdi panic buying spbu harga bbm naik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya