JATIMTIMES - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat adanya peningkatan arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2026. Kondisi ini justru bertolak belakang dengan prediksi Kementerian Perhubungan yang sebelumnya memperkirakan penurunan pergerakan sebesar 1,75 persen.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengungkapkan, peningkatan tersebut terpantau dari hasil penghitungan langsung di sejumlah titik strategis pintu masuk dan keluar Kota Malang.
Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025
“Secara garis besar, pada awal mudik tahun ini dibandingkan Lebaran tahun lalu, terjadi peningkatan. Artinya tidak sesuai dengan prediksi Kementerian Perhubungan yang menyebutkan turun,” ujar Widjaja.
Ia menjelaskan, penghitungan dilakukan di tujuh titik utama, khususnya di jalur perlintasan seperti kawasan Gadang hingga Jalan Mayjen Sungkono, serta koridor Jalan Ahmad Yani. Dari data tersebut, arus kendaraan baik yang masuk maupun keluar Kota Malang mengalami kenaikan secara kuantitatif.
Menurut Widjaja, fenomena ini tidak lepas dari posisi Kota Malang yang lebih banyak menjadi jalur perlintasan ketimbang tujuan utama pemudik.
“Ada peningkatan yang cukup signifikan, tetapi ini karena Kota Malang bukan tujuan utama, melainkan daerah perlintasan,” jelasnya.
Selain arus mudik, Dishub mencatat kepadatan lalu lintas menjelang akhir Ramadan yang lebih dipicu aktivitas masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan. Sejumlah lokasi seperti Malang Olympic Garden (MOG), Malang Town Square (Matos), Ramayana, hingga pusat perbelanjaan lain menjadi titik keramaian.
“Memang tidak merata di semua jalan, tapi di titik-titik tertentu seperti pusat belanja itu terjadi kepadatan,” imbuhnya.
Sementara itu, arus balik mulai terlihat sejak H+2 Lebaran. Pergerakan kendaraan keluar Kota Malang terpantau meningkat seiring aktivitas silaturahmi serta wisata kuliner dan belanja oleh-oleh.
Widjaja menyebut, kawasan pusat oleh-oleh seperti Pia Mangkok dan sentra industri di Sanan diperkirakan akan tetap ramai hingga akhir pekan.
Baca Juga : Cari Aman Saat Arus Balik Lebaran, Tetap Fokus dan Waspada di Jalan
“Orang kembali ke daerah asal pasti membawa oleh-oleh, sehingga titik-titik itu masih akan padat sampai Minggu,” ujarnya.
Meski terjadi peningkatan arus kendaraan, Widjaja memastikan tidak ada kemacetan parah yang berlangsung lama. Kepadatan hanya bersifat sementara dan insidental.
Salah satu titik yang sempat mengalami antrean cukup panjang adalah akses masuk tol di Madyopuro. Antrean kendaraan bahkan sempat mengular hingga mendekati traffic light kawasan Danau Toba dengan panjang sekitar 500 meter hingga hampir satu kilometer.
“Di situ kami bersama Polresta Malang melakukan pengaturan, penarikan arus supaya antrean cepat terurai,” jelasnya.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan yang masuk ke Kota Malang masih terpantau relatif landai. Peningkatan kunjungan baru mulai terlihat sejak hari kedua Lebaran, didominasi aktivitas makan bersama keluarga dan kunjungan ke pusat belanja.
“Tradisinya memang seperti itu, makan bersama keluarga dan jalan-jalan. Itu yang mulai terlihat meningkat,” pungkas Widjaja.
