free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Heboh Harga BBM Bakal Naik Dampak Memanasnya Timur Tengah, Ini Kata Pemerintah

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - Mar - 2026, 12:32

Placeholder
Potret Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di salah satu wilayah di Indonesia. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Isu kenaikan harga BBM mencuat setelah konflik di Timur Tengah memanas. Harga minyak dunia melonjak, Selat Hormuz ditutup, dan ancaman terhadap jalur distribusi energi global bikin pasar gonjang-ganjing. Lalu, apakah harga BBM di Indonesia ikut naik?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara. Ia menegaskan harga BBM di dalam negeri tidak serta-merta naik, terutama untuk jenis subsidi.

Baca Juga : Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Penerbangan ke Bali, Pariwisata Jawa Timur Ikut Terdampak

“BBM dalam negeri itu kan dua ada subsidi ada yang di pasar. Kalau subsidi bensin Pertalite kalau naik gimana pun harga sama sebelum perubahan harga pemerintah,” kata Bahlil, dikutip Antara, Kamis (5/3/2026). 

Menurutnya, selama tidak ada kebijakan baru dari pemerintah, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi tetap.

Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM non-subsidi memang mengikuti mekanisme pasar. Penyesuaian dilakukan berdasarkan regulasi, termasuk mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 22.

“Kalau non subsidi ini kan sesuai dengan harga pasar sebelumnya berdasarkan Permen 22. Kalau subsidi kalau gak ada kebijakan baru maka harga akan sama termasuk untuk solar,” tambahnya.

Artinya, gejolak harga minyak mentah dunia bisa berdampak pada BBM non-subsidi, tetapi tidak otomatis mengerek harga BBM subsidi.

Sebelumnya, harga minyak mengalami lonjakan hingga memicu ketidakpastian global setelah konflik bersenjata melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Harga minyak mentah Brent awal pekan ini sempat menyentuh US$ 81 per barel.

Angka itu melampaui asumsi harga minyak dalam APBN 2026 yang dipatok di level US$ 70 per barel.

Situasi makin panas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, sebagai respons atas serangan militer yang terjadi Sabtu lalu.

Baca Juga : Satgas Pangan Mabes Polri Pantau Ketersediaan Bapok di Kediri: Stok Pangan Aman, Harga Cabai Rawit Masih di Atas HAP

Mengutip laporan Reuters dan Al Jazeera, pernyataan tersebut disampaikan melalui laman resmi Iran pada Senin waktu setempat.

Seorang komandan di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ebrahim Jabari, menyampaikan ancaman terhadap kapal yang melintas.

"Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu," kata Ebrahim Jabari, penasihat senior untuk panglima tertinggi IRGC, dimuat Selasa (3/3/2026).

Ia juga melontarkan ancaman terhadap jalur pipa minyak dan memperkirakan harga minyak bisa melonjak drastis.

"Kami juga akan menyerang jalur pipa minyak dan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah ini. Harga minyak akan mencapai US$ 200 dalam beberapa hari mendatang," tandas Jabbari.


Topik

Ekonomi Konflik Timur Tengah Dampak Konflik Timur Tengah BBM harga bbm



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni