free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Tak Sekadar Lulus, MAN 2 Kota Malang Bekali Siswa Sertifikasi TOAFL

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

28 - Feb - 2026, 16:08

Placeholder
Pelaksanaan Test of Arabic as a Foreign Language di MAN 2 Kota Malang (ist)

JATIMTIMES – Standarisasi kemampuan bahasa Arab mulai menjadi perhatian serius di tingkat madrasah aliyah. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang membekali seluruh siswa kelas XII mengikuti Test of Arabic as a Foreign Language atau TOAFL pada Jumat 27 Februari 2026.

Langkah ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing lulusan. Sebelum pelaksanaan tes, para siswa mengikuti pembelajaran intensif selama dua pekan untuk mematangkan kemampuan bahasa Arab mereka.

Baca Juga : Kejar 222 Medali Emas, KONI Kota Malang Siapkan Pra-Puslatkot Menuju Porprov X Surabaya

Program ini dikoordinasikan oleh Language Development Center di bawah kepemimpinan H. Ahmad Thohir, M.Pd., M.Ed. Kerja sama pelaksanaan TOAFL dilakukan bersama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melalui Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA) Pusat Bahasa. Kolaborasi tersebut telah berjalan selama tiga tahun.

Di tengah meningkatnya persaingan masuk perguruan tinggi dan akses beasiswa, sertifikasi bahasa asingz seperti  halnya bahasa Arab, dinilai menjadi kebutuhan strategis. Ketua panitia, Dr. Gunawan, MA, menegaskan bahwa TOAFL bukan sekadar tes formalitas.

“TOAFL tidak hanya untuk mengukur kemampuan bahasa Arab, tetapi juga menjadi bekal untuk meraih beasiswa kuliah, mengikuti seleksi CPNS, melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Timur Tengah, hingga persiapan menjadi calon petugas haji,” ujarnya.

Ia mengakui, tanpa standar kemampuan yang terukur, lulusan madrasah akan sulit bersaing dalam seleksi berbasis kompetensi, terutama untuk jalur internasional yang mensyaratkan kecakapan bahasa Arab.

Kepala Madrasah, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menilai penguatan bahasa Arab bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tuntutan globalisasi pendidikan.

“Kami akan terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk institusi di Timur Tengah. Oleh karena itu, kemampuan bahasa Arab yang terstandar melalui TOAFL menjadi sangat penting,” tegasnya.

Baca Juga : Tips Lip Care agar Bibir Tak Kering dan Kusam: Wajib Pakai Lip Serum Malam Hari dan Lip SPF Pagi Hari

Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya soal kelulusan, tetapi sejauh mana lulusan memiliki sertifikasi yang diakui dan relevan dengan kebutuhan akademik maupun profesional.

Direktur Pusat Bahasa UIN Maliki Malang, Dr. Mamluatul Hasanah, M.Pd., menyatakan pihaknya mendukung penguatan standar bahasa di tingkat madrasah. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang kompetitif.

Di tengah ketatnya persaingan global, kebijakan mewajibkan TOAFL bagi siswa kelas akhir menunjukkan pergeseran orientasi pendidikan madrasah, dari sekadar kelulusan administratif menuju penguatan kompetensi terstandar yang memiliki nilai tawar lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.


Topik

Pendidikan man 2 kota malang bahasa arab toafl



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana