JATIMTIMES - Sorotan publik terhadap porsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kering selama Ramadan di Kota Malang akhirnya mendapat penjelasan resmi. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulusrejo 2, Lowokwaru, membeberkan detail harga sekaligus standar gizi yang diterapkan dalam pendistribusian paket makanan bagi pelajar.
Kepala SPPG Tulusrejo 2 Lowokwaru Kota Malang, Julfa Hannan, menegaskan bahwa pihaknya berpedoman pada regulasi dari Badan Gizi Nasional serta Kementerian Kesehatan RI dalam menentukan komposisi gizi maupun pagu anggaran setiap porsi MBG.
Baca Juga : Siap-siap Libur Panjang Maret 2026: Nyepi dan Idulfitri Berdekatan, Total 7 Hari Tanpa Terputus
Menurut Julfa, terdapat dua kategori harga sesuai jenjang pendidikan penerima. Untuk pelajar PAUD, TK hingga SD kelas 3, harga ditetapkan Rp 8 ribu per porsi. Sedangkan bagi siswa SD kelas 4 hingga SMA, anggaran ditetapkan Rp 10 ribu per porsi.
"Dalam peraturan Revisi 3 dari Badan Gizi Nasional itu, pagu anggaran untuk anggaran MBG itu sebesar Rp 8 ribu untuk anak PAUD, TK, sampai SD kelas 3. Kemudian untuk SD kelas 4 sampai SMA itu sebesar Rp 10 ribu," jelasnya, Jum'at (27/2/2026).
Ia menambahkan, pemilihan bahan baku juga tidak dilakukan sembarangan. SPPG mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi serta memantau harga melalui pusat informasi perkembangan bahan pokok Siskaperbapo Jatim agar tetap sesuai regulasi.
Saat ini, SPPG Tulusrejo 2 menyuplai MBG ke 13 sekolah di Kota Malang dengan total sasaran 2.678 siswa. Salah satu sekolah penerima adalah SMPN 11 Kota Malang.
Di sekolah tersebut, paket MBG kering khusus Ramadan yang dibagikan berisi satu telur, dua kue, buah jambu, buah pir, susu, serta kacang goreng. Paket ini didistribusikan untuk konsumsi dua hari sekaligus, yakni Jumat dan Sabtu.
"Itu untuk menu dua hari, Jumat dan Sabtu. Kalau harganya, Rp 20 ribu karena untuk menu dua hari," ujarnya.
Julfa memastikan komposisi menu telah memenuhi unsur gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein hingga vitamin. Ia menilai, dengan skema dua hari tersebut, nilai Rp 20 ribu sudah sesuai dengan pagu yang ditetapkan.
Baca Juga : Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-10 Ramadan: Raih Kebaikan Dunia dan Akhirat
Dari sisi sekolah, respons relatif positif. Guru SMPN 11 Kota Malang, Ida Nur Hayati, yang membantu proses distribusi menyebut paket yang diterima siswa tergolong layak. "Alhamdulillah selama ini kami menerima saja karena memang sudah layak. Menu-menunya layak dan anak anak juga senang," ujarnya.
Hal senada disampaikan salah satu wali murid, Musyarofah. Ia menilai menu kering selama Ramadan cukup membantu kebutuhan anaknya, meski selera setiap anak berbeda.
"Lumayan sih, alhamdulillah. Cuma ya kadang kadang anak-anak ada yang suka, ada yang tidak. Tapi sudah memenuhi sebetulnya,” ungkapnya.
Musyarofah mengakui, terkadang paket yang dibawa pulang tidak selalu dihabiskan oleh anaknya dan akhirnya dikonsumsi anggota keluarga lain. Ia juga menyoroti kualitas buah dalam paket MBG yang menurutnya belum selalu konsisten tingkat kematangannya.
"Kalau susunya sudah bagus. Buahnya kadang kadang terlalu kecil. Kadang ada yang tidak matang rata, ada yang terlalu matang atau kurang matang," tandasnya.
