JATIMTIMES - Bulan Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang selalu dikerjakan setiap malam selama Ramadan adalah salat tarawih. Ibadah sunnah ini menjadi bagian dari qiyam Ramadan yang memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW.
Memasuki malam ke-10 Ramadan, umat Islam telah melewati hampir sepertiga awal bulan suci. Momentum ini penting untuk menjaga konsistensi ibadah sekaligus memahami keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Baca Juga : Kadinkop dan UM Kabupaten Tulungagung Apresiasi Capaian KUD Tani Wilis Sendang Dalam RAT Tahun 2026
Hadis Keutamaan Qiyam Ramadan
Keutamaan salat malam di bulan Ramadan ditegaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barangsiapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Hadis ini menjadi dalil utama keutamaan salat tarawih. Pengampunan dosa adalah anugerah besar yang dijanjikan bagi siapa saja yang menunaikan salat malam Ramadan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
Makna “iman dan mengharap pahala” menunjukkan bahwa ibadah tersebut harus dilandasi niat yang tulus, bukan sekadar rutinitas atau karena ikut-ikutan. Dengan niat yang benar, setiap rakaat tarawih bernilai pahala yang luar biasa.
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-10
Selain keutamaan umum yang berlaku sepanjang Ramadan, terdapat pula penjelasan tentang keistimewaan setiap malam tarawih dalam kitab Durratun Nasihin. Untuk malam ke-10 disebutkan:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعَاشِرَةِ يَرْزُقُهُ اللهُ تَعَالَى خَيْرَىِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Artinya:
“Pada malam yang kesepuluh, Allah Ta’ala akan menganugerahkan kepadanya kebaikan di dunia dan di akhirat.”
Riwayat ini sering disampaikan dalam kajian-kajian Ramadan sebagai bentuk motivasi agar umat Islam semakin semangat beribadah. Namun demikian, penting dipahami bahwa keutamaan khusus setiap malam tarawih seperti yang tercantum dalam kitab tersebut tidak termasuk dalam kategori hadis sahih sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim. Para ulama umumnya menempatkannya sebagai riwayat dalam kitab nasihat (targhib) untuk mendorong semangat ibadah.
Makna Kebaikan Dunia dan Akhirat
Baca Juga : Pondok Ramadan Camp MAN 1 Kota Malang, Dua Hari Menempa Iman dan Kebersamaan Siswa
Kebaikan dunia dapat mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti rezeki yang halal dan berkah, kesehatan, keluarga yang harmonis, ketenangan jiwa, hingga kemudahan dalam menyelesaikan persoalan hidup. Sementara kebaikan akhirat berupa pahala yang berlipat ganda, ampunan dosa, serta keselamatan dari siksa di hari kiamat.
Bagi seorang muslim, dua kebaikan ini adalah tujuan hidup yang seimbang. Islam tidak hanya mengajarkan fokus pada akhirat, tetapi juga mendorong umatnya untuk memperoleh kebaikan di dunia sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih abadi.
Malam ke-10 juga menjadi penutup fase pertama Ramadan yang sering disebut sebagai fase rahmat. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Apakah salat tarawih selama sembilan malam sebelumnya sudah dilakukan dengan khusyuk? Apakah bacaan dan doa benar-benar dihayati?
Jika masih ada kekurangan, maka malam ke-10 menjadi awal yang baik untuk memperbaiki kualitas ibadah. Jangan sampai semangat hanya membara di awal Ramadan lalu perlahan menurun. Justru seiring berjalannya waktu, ibadah seharusnya semakin meningkat.
Semoga pada malam ke-10 Ramadan ini, setiap rakaat yang ditunaikan menjadi jalan datangnya kebaikan di dunia sekaligus tabungan pahala untuk kehidupan akhirat.
