JATIMTIMES - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai memetakan potensi lonjakan arus lalu lintas menjelang dan sesudah libur Lebaran. Meski belum mengantongi data resmi prediksi pergerakan manusia dari Kementerian Perhubungan, skema antisipasi tetap disiapkan dengan mengacu pada pola tahun sebelumnya.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih menunggu rilis resmi dari pemerintah pusat maupun kepolisian terkait estimasi pergerakan masyarakat, baik pengguna kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.
Baca Juga : Perbaikan Jalan Tanjungsari Dilakukan Bertahap, Diawali Penanganan Banjir
“Kami belum menghitung secara detail. Biasanya ada rilis dari Kementerian Perhubungan maupun Kepolisian terkait estimasi pergerakan manusia, termasuk breakdown sampai ke daerah. Itu yang masih kami tunggu,” ujar Jaya sapaan akrabnya.
Meski demikian, Dishub tidak tinggal diam. Data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tahun lalu menjadi acuan awal dalam menyusun langkah antisipasi. Dari catatan tersebut, pergerakan kendaraan di Kota Malang menunjukkan pola yang relatif sama setiap momentum libur panjang.
Widjaja menjelaskan, lonjakan arus biasanya terjadi pada H-3 Lebaran dan kembali meningkat pada H+3. Bahkan, pada periode pascalibur panjang tahun lalu, kepadatan lalu lintas di Kota Malang tercatat cukup signifikan.
“Kalau melihat analisa monitoring kami, yang paling padat itu tiga hari sebelum Lebaran dan tiga hari setelahnya. Tahun lalu setelah libur panjang, arusnya cukup tinggi karena banyak masyarakat yang berkunjung ke Kota Malang,” jelasnya.
Menurutnya, Kota Malang masih menjadi magnet pergerakan masyarakat, khususnya untuk tujuan wisata dan belanja. Banyak warga dari luar daerah datang untuk berbelanja, kuliner, hingga berburu oleh-oleh khas Malang. “Biasanya masyarakat datang untuk berbelanja, refresh, cari makan-minum, dan mencari oleh-oleh. Itu yang membuat arus kendaraan meningkat,” imbuhnya.
Baca Juga : Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka: Cek Jadwal, 34 Kota Tujuan, dan Cara Daftar
Tak hanya saat arus mudik dan balik, pergerakan kendaraan juga diprediksi meningkat dalam sepekan awal masa libur, terutama di kawasan pusat perbelanjaan. Baik pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern diperkirakan menjadi titik-titik kepadatan.
Untuk itu, Dishub Kota Malang menegaskan bahwa persiapan minimal akan disamakan dengan skema pengamanan dan pengaturan lalu lintas tahun sebelumnya, sembari menunggu data resmi dari pusat sebagai dasar pemetaan lebih rinci. “Minimal kita persiapkan sama dengan tahun lalu. Nanti kalau sudah ada rilis resmi, tentu akan kami sesuaikan,” pungkas Jaya.
