free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Khutbah Jumat Ramadan 27 Februari: Puasa Melatih Kesabaran dan Bersyukur

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

27 - Feb - 2026, 09:47

Placeholder
Potret khutbah Jumat. (Foto: laman Masjid Raya KH. Hasyim Asyari)

JATIMTIMES - Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, namun bulan ini adalah momen yang tepat untuk menguatkan keimanan. Melalui ibadah puasa, seorang muslim sejatinya ditempa agar memiliki dua fondasi dalam keimanan, yakni kesabaran dan rasa syukur.

Dengan kesabaran, kita dilatih untuk konsisten dalam menjalankan perintah Allah, mampu menahan diri dari perbuatan dosa, serta tetap kokoh saat menghadapi berbagai ujian kehidupan. 

Baca Juga : Jejak Puasa Para Nabi, Tradisi Ibadah Sejak Sebelum Ramadan Disyariatkan

Sementara itu, melalui syukur, kita diajak menyadari bahwa seluruh nikmat yang kita rasakan bersumber dari Allah, lalu mengarahkannya pada hal-hal yang membawa kebaikan.

Teks khutbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang bagaimana Ramadan menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan sikap sabar sekaligus memperkuat rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa. Bukan hanya terucap di lisan, tetapi terwujud dalam sikap dan perbuatan, dengan taat menjalankan segala perintah-Nya dan sungguh-sungguh menjauhi larangan-Nya.

Bulan Ramadhan yang sedang kita jalani ini adalah kesempatan istimewa untuk menempa diri. Selama sebulan penuh kita dididik melalui ibadah puasa. Tujuannya tidak lain agar lahir pribadi-pribadi yang bertakwa, pribadi yang kuat dalam menjalankan ketaatan dan mampu menahan diri dari hal-hal yang dilarang oleh syariat.

Perlu kita ingat, puasa dan takwa tidak bisa dipisahkan dari iman. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183, seruan berpuasa ditujukan secara khusus kepada orang-orang yang beriman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Iman itulah fondasi utama puasa kita. Dalam kitab Ihya' Ulumuddin, Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali menjelaskan bahwa iman terdiri dari dua perkara besar: sabar dan syukur.

فَإِنَّ الْإِيمَانَ نِصْفَانِ نِصْفٌ صَبْرٌ وَنِصْفٌ شُكْرٌ

Artinya: “Iman itu dua bagian: separuhnya sabar dan separuhnya syukur.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Puasa Ramadhan adalah madrasah untuk melatih dua hal, sabar dan syukur.

Yang pertama adalah sabar.
Di siang hari kita menahan lapar dan dahaga. Kita belajar mengendalikan emosi. Kita menahan lisan dari ucapan yang sia-sia, menahan pandangan dari yang diharamkan, dan menahan diri dari perbuatan dosa.

Kita pun bersabar dalam ketaatan, dengan melaksanakan salat tarawih, bangun untuk sahur, menjaga salat lima waktu, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an meski badan terasa letih.

Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi latihan ruhani agar jiwa menjadi kuat. Imam Al-Ghazali menerangkan bahwa sabar itu ada tiga bentuk, yakni sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat, dan sabar menghadapi ujian. Ketiganya terkumpul dalam ibadah puasa.

Karena itu Rasulullah saw mengingatkan:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعَ وَالْعَطَشَ

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Baca Juga : Manajer Hindia, Qwang Meninggal Dunia Usai Sempat Jalani Operasi

Hadis ini menjadi pengingat bagi kita, agar puasa tidak berhenti pada rasa lapar, tetapi melahirkan kesabaran dalam berperilaku sehari-hari.

Yang kedua adalah syukur.
Ramadhan juga mendidik kita agar lebih pandai bersyukur. Ketika azan magrib berkumandang, seteguk air terasa begitu nikmat. Sebutir kurma terasa sangat berharga. Di situlah kita sadar bahwa nikmat Allah begitu besar, meski sering kita lalai mensyukurinya.

Menurut Imam Al-Ghazali, syukur tidak cukup di lisan. Syukur berawal dari kesadaran bahwa semua nikmat berasal dari Allah, lalu melahirkan rasa tunduk dan cinta kepada-Nya, dan akhirnya diwujudkan dalam amal saleh. 

Maka di bulan Ramadhan kita diajarkan berbagi, memberi makan orang yang berbuka, menunaikan zakat, memperbanyak sedekah, dan membantu sesama.

Ma’asyiral Muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Siang hari kita ditempa dengan sabar, sore hari kita dilatih untuk bersyukur. Jika selepas Ramadhan kita menjadi pribadi yang lebih sabar menghadapi ujian dan lebih ringan bersyukur atas nikmat, itulah tanda puasa kita berbuah.

Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Akhirnya, sabar dan syukur bukan hanya pelajaran selama Ramadhan, melainkan bekal hidup sepanjang tahun. Puasa adalah latihan, agar setelah Ramadhan kita menjadi hamba yang lebih kokoh imannya dan lebih dalam ketakwaannya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu mengambil hikmah Ramadhan, sehingga iman kita semakin kuat dan hidup kita semakin dekat dengan rida-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّ مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، َأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَاإِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.


Topik

Agama khutbah jumat ramadan kesabaran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri