JATIMTIMES – Masjid Agung An-Nur Kota Batu kembali menjadi titik pusat ibadah sekaligus wisata religi selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu tradisi yang paling dinanti adalah penyajian ribuan porsi makanan berbuka puasa secara gratis dengan kualitas menu yang tetap terjaga bagi para jamaah.
Masjid yang terletak tepat di jantung Kota Wisata Batu ini memang memiliki magnet tersendiri. Berdekatan dengan Alun-Alun, masjid ini menjadi jujugan utama para musafir dan wisatawan yang ingin membatalkan puasa sekaligus menunaikan ibadah tarawih di tengah sejuknya udara kota.
Baca Juga : Tak Semua Napi Dipenjara! Kota Batu Siapkan Skema Kerja Sosial, dari Sapu Jalan hingga Bantu Puskesmas
Bendahara Masjid Agung An-Nur, Muchlison, memprediksi akan terjadi lonjakan jamaah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Data menunjukkan tren kenaikan yang konsisten; jika dua tahun lalu rata-rata jamaah harian mencapai 500 orang, tahun lalu angka minimal merangkak naik ke 600 orang per hari.
"Kalau sudah masuk akhir pekan atau high season, jumlahnya bisa tembus 1.000 jamaah dalam sekali waktu salat. Mayoritas memang didominasi oleh wisatawan," ungkap Muchlison, belum lama ini.
Demi menjamin kenyamanan para pemburu keberkahan Ramadan, pihak takmir telah menyiapkan logistik buka puasa gratis dengan menu berkualitas. Ribuan porsi makanan siap disajikan setiap harinya agar para jamaah, terutama musafir, tidak kesulitan mencari santapan berbuka yang layak.
"Tiga tahun ini kami sepakat menunya harus daging, dan berkuah. Sebelum puasa sudah sembelih satu ekor sapi untuk Ramadan ini,"
Antisipasi lonjakan jamaah ini juga dibarengi dengan perluasan area fisik. Takmir masjid memutuskan untuk menambah jangkauan ruang hingga empat meter ke arah barat dengan pemasangan tenda tambahan. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada jamaah yang terpaksa berbuka puasa di area yang tidak semestinya.
Baca Juga : Sudah Ada 16 Rumah Kompos di Kota Batu, DLH Targetkan Produksi 1.728 Ton Kompos Per Tahun
"Apalagi sekarang memasuki musim hujan, jadi harus antisipasi agar jamaah tidak terkena tampias air saat sedang berbuka bersama di area luar," imbuh Muchlison.
Secara keseluruhan, masjid ikonik ini memiliki kapasitas yang sangat mumpuni. Jika lantai satu hingga lantai tiga difungsikan secara total, Masjid An-Nur mampu menampung sekitar 3.000 hingga 4.000 orang dalam sekali waktu. Namun, untuk rutinitas harian selama Ramadan, estimasi jamaah diprediksi stabil di angka 750 hingga 1.000 orang.
Menariknya, suasana Ramadan di masjid ini seringkali lebih didominasi oleh wajah-wajah baru dari luar kota. Banyak bus pariwisata yang sengaja menepi di area ini untuk memberikan kesempatan bagi para pelancong menikmati hidangan buka puasa berkualitas yang disediakan pihak takmir.
