JATIMTIMES — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar kembali mengusulkan lantai atas Hotel Santika sebagai lokasi Rukyatul Hilal untuk penentuan awal Ramadan tahun ini. Usulan tersebut telah diajukan ke Kemenag Provinsi Jawa Timur dan kini tengah dalam tahap kajian.
Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar, Muhammad Kanzul Fathon, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap mempertahankan usulan yang sama seperti tahun lalu. Menurutnya, posisi hotel yang berada di Jalan Ir. Soekarno itu dinilai cukup strategis untuk mengamati hilal. "Pengusulan lokasi ini masih dalam proses. Tim dari Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi," ujarnya, Senin (17/2/2025).
Baca Juga : Ragam Tradisi Unik Menyambut Bulan Suci Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia
Kota Blitar selama ini tidak memiliki titik khusus untuk Rukyatul Hilal. Kantor Kemenag Kota Blitar kerap bergabung dengan Kantor Kemenag Kabupaten Blitar dalam pengamatan bulan sabit penentu awal Ramadan. Ketiadaan tempat yang memadai menjadi kendala utama.
Menurut Kanzul, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar suatu tempat bisa digunakan untuk Rukyatul Hilal. Faktor atmosfer menjadi pertimbangan utama, termasuk kondisi cuaca, intensitas hujan, evaporasi air laut, serta pencemaran cahaya dan debu. Selain itu, luas pandang terhadap ufuk dan ketinggian dari permukaan laut juga menjadi aspek penting dalam penentuan lokasi.
"Dari segi lokasi, Hotel Santika punya potensi karena cukup tinggi dan minim gangguan cahaya. Harapannya, ini bisa disetujui oleh Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur," tambahnya.
Tahun lalu, usulan yang sama sempat diajukan, tetapi tidak mendapat persetujuan. Akibatnya, Kemenag Kota Blitar kembali bergabung dengan Kemenag Kabupaten Blitar dalam pengamatan hilal. Kali ini, pihaknya berharap ada keputusan berbeda.
Baca Juga : Bencana Tanah Longsor Melanda Kalidawir Tulungagung, Dua Rumah Terdampak
Jika Hotel Santika disetujui sebagai lokasi Rukyatul Hilal, maka Kota Blitar akan memiliki titik sendiri dalam penentuan awal Ramadan. Hal ini tidak hanya memudahkan proses pengamatan, tetapi juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Blitar. Namun, semua keputusan tetap bergantung pada hasil kajian tim Kemenag Provinsi.
Saat ini, harapan masih menggantung di langit Kota Blitar. Keputusan final tinggal menunggu waktu. Apakah tahun ini Blitar akhirnya memiliki lokasi Rukyatul Hilal sendiri, atau tetap harus menumpang di wilayah lain? Jawabannya ada di tangan Kemenag Provinsi.
