JATIMTIMES - Carok di Madura kembali terjadi, kali ini warga Sampang yang merupakan saksi pasangan calon Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada, tewas dikeroyok.
Insiden dugaan carok menimpa seorang pria di Kecamatan Ketapang, Sampang, Minggu (17/11/2024).
Pria tersebut menjadi korban pembacokan segerombolan orang.
Baca Juga : Firhando Gumelar - H. Rudi Didukung Penuh GRIB Jaya Jatim untuk Dimenangkan di Pilkada Kota Batu 2024
Detik-detik berdarah itu sempat diabadikan oleh warga yang berada di lokasi dengan handphone selulernya hingga, videonya viral di sejumlah Grup WhatsApp (GWA).
Dan kini, video beserta foto carok di Sampang sudah menyebar di media sosial bahkan tagar #carok pada Senin (18/11/2024) pukul 14.30 menduduki trending X dengan memperoleh 1.078 postingan.
Dalam postingan itu, terdapat beberapa potongan video namun, yang paling mencekam saat korban dieksekusi oleh sejumlah pria lengkap dengan senjata tajam jenis celurit.
Tampak terdapat sekitar 5 orang lebih memegang sajam. Mereka mengeroyok korban di sebuah lokasi halaman luas dan beberapa di antaranya menyabetkan celurit ke tubuh korban.
Korban yang mengenakan sarung dan kopyah putih tanpa dilengkapi Sajam, hanya bisa tersungkur di tanah menerima sabetan celurit secara membabi buta.
Akibatnya, korban mengalami luka bacok di sekujur tubuh seperti di pinggang dan paha bagian belakang.
Hingga akhirnya beberapa warga yang berada di lokasi kejadian mencoba untuk melerai. Bahkan salah satu warga menggunakan bambu untuk memisahkan korban dengan para pelaku.
Kronologi
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jimad Sakteh, Surya Noviantoro membeberkan jika korban tewas akibat luka bacok tersebut merupakan salah satu saksi dari paslon Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz.
"Status korban merupakan salah saksi dari Paslon Jimad Sakteh," ungkapnya dikutip dari Ketik.co.id Senin (18/11).
Baca Juga : DPRD Kabupaten Blitar Apresiasi Peran Satlinmas dalam Keamanan Pilkada 2024
Kejadian bermula saat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati H Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz (Jimad Sakteh) selesai melakukan kunjungan ke salah satu kediaman tokoh agama di Desa Ketapang Laok.
Rombongan paslon Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz sempat diadang sekelompok orang.
Diskusi alot sempat terjadi sebelum akhirnya massa melepaskan Paslon Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz dan rombongan.
"Kemudian, berselang beberapa menit kejadian yang tidak diinginkan terjadi di kediaman salah satu tokoh yang dikunjungi Paslon Jimad Sakteh," katanya.
Salah satu saksi dari paslon Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz menjadi korban. Pria tersebut terluka bacok pada beberapa bagian tubuhnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Sampang Ipda Dedy Dely Rasidie membenarkan soal kasus dugaan penganiayaan tersebut.
"Iya benar di daerah ketapang mas dan kami masih melakukan pendalaman mas," kata Dedy.
