free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Pentingnya Pengelolaan Arsip, DPK Ngawi Gelar Bimtek Simulasi dan Pemulihan Pasca Bencana 

Penulis : Satria Romadhoni - Editor : Nurlayla Ratri

25 - Oct - 2024, 19:25

Placeholder
Bimbingan teknis simulasi pemulihan dan penyimpanan arsip akibat bencana, terlebih bencana banjir.(foto satria for JatimTimes)

JATIMTIMES - Mengingat pentingnya pemulihan dan penyimpanan arsip akibat bencana, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Ngawi melaksanakan kegiatan bimbingan teknis simulasi pemulihan dan penyimpanan arsip akibat bencana, terlebih bencana banjir. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Jawa Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi. 

Kegiatan itu berlangsung selama dua hari, terhitung mulai Rabu (23/10/2024) hingga Kamis (24/10/2024) di ruang pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi. 

Baca Juga : Laporan Nikita Mirzani Terhadap Vadel Badjideh Naik ke Penyidikan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Setidaknya sejumlah perwakilan desa dari Kecamatan Ngawi dan Kecamatan Kwadungan turut ambil bagian sebagai peserta dalam simulasi pemulihan dan penyimpanan arsip akibat bencana. Terlebih kedua wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai wilayah langganan banjir di Kabupaten Ngawi. 

Kapala Bidang Penyelamatan dan Pemanfaatan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Tidor Arif, yang menjadi pemateri menjelaskan dua kegiatan telah dilaksanakan, yakni restorasi arsip aset desa dan penyelamatan arsip. 

Sebagai praktik upaya penyelamatan arsip, peserta juga telah belajar merestorasi sebanyak 275 lembar arsip dari kondisinya yang rusak atau rapuh untuk kemudian diperbaiki sehingga bisa pulih kembali. 

"Melaminasi arsip yang rusak atau rapuh dengan menggunakan kertas javanis paper sebanyak 275 lembar arsip dari kondisinya yang rusak atau rapuh sebagai praktek penyelamatan arsip para peserta," jelas Tidor Arif. 

Lebih lanjut Tidor Arif menyampaikan restorasi arsip aset desa yang cepat dan mudah dilaksanakan terutama untuk bencana alam akibat banjir. Sedangkan untuk musibah kebakaran sangat sulit dan cenderung mustahil karena arsip desa pasti turut ludes terbakar. 

"Hanya bencana alam tanah longsor dan banjir yang bisa untuk dihandle restorasi arsip," ungkapnya. 

Restorasi arsip desa adalah upaya untuk menyelamatkan arsip yang rusak agar dapat terbaca dengan jelas dan kembali seperti semula.

"Karena hidup kita mencari arsip dan melakukan penyelamatan arsip dan menyajikan arsip itu untuk penciptanya demi kepentingan pengguna dalam hal ini masyarakat atau untuk kepentingan operasional manajemen pemerintahan," terangnya.

Baca Juga : Berkat CCTV, Polres Ngawi Gerak Cepat Ungkap Kasus Pembunuhan

"Arsip desa seperti letter C, peta desa dan data penting lainnya perlu penanganan lebih karena akan sering diakses pemerintah desa karena merupakan asetnya desa dan informasi milik masyarakat," jelasnya lebih lanjut.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur sangat mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi dalam upaya penyelamatan arsip dari ancaman potensi bencana alam, terutama banjir melalui bimbingan teknis simulasi pemulihan dan penyimpanan arsip akibat bencana bagi desa. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi Ir. Kartikawari Pinilih mewakili PJs Bupati Ngawi Ir. Tiat S. Suwardi, M. Si mengenaskan sejauh ini baru sejumlah desa yang berada di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Ngawi dan Kecamatan Kwadungan yang mengikuti Bimtek. 

Kedepannya, penyelamatan, perlindungan, restorasi dan alih media arsip vital desa harus bisa dilaksanakan semua desa di Kabupaten Ngawi sehingga bisa dimasukkan dalam dokumen anggaran dana desa. 

"Kementerian Dalam Negeri sudah memperbolehkan hal itu lewat anggaran dana desa. Nilai pos anggaran tidak banyak, setahun 100 juta sudah cukup banyak. Kita harus tanamkan arti pentingnya penyelamatan arsip desa. Anggaran bisa menyesuaikan kebutuhan," tegas Ir. Kartikawari Pinilih.


Topik

Pemerintahan Ngawi DPK arsip bencana



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Satria Romadhoni

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan