JATIMTIMES - Bakal calon Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mendorong pertumbuhan dan penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan saat ia berkesempatan mengunjungi Cafe Titik Senja di Jalan Sekar Putih, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Cafe Titik Senja menjadi salah satu potensi menguatnya UMKM di Kota Malang. Walau masih tampak sederhana dan ala kadarnya Café Titik Senja adalah bentuk pengembangan UMKM dari warga.
Baca Juga : Jaga Kamtibmas Jelang Pilkada, TNI-Polri Lakukan Patroli Sinergitas di Kota Malang
Dengan pemandangan sawah dan aliran sungai ditambah kreativitas warga jadilah tempat wisata warga dan UMKM. Sebagai Bapak UMKM Wahyu Hidayat yang mendengar informasi adanya pusat UMKM menyempatkan ke sana belum lama ini.
”Potensi pengembangan wisata yang melibatkan UMKM seperti ini harus didukung terus,” tegas Wahyu.
Dalam kunjungan tersebut, dirinya pun sempat berdialog bersama Ketua Karang Taruna setempat. Dalam dialog tersebu, topik yang menjadi bahasan jangka panjang wisata warga. Ia juga menyarankan akan potensi spot tourism.
”Ini potensinya luar biasa, tapi harus diperhatikan lagi seperti keamanan dan potensi kalau ada hujan gimana. Bisa bertahap satu per satu,” jelas Wahyu.
Selain itu, Wahyu juga menikmati langsung produk UMKM yang ada di sana. Sampai saat ini masih ada 9 UMKM yang ada di Café Titik Senja. Mereka berjualan berbeda-beda jenis makanan tepat di halaman depan balai RW.
Sementara itu Ketua Karang Taruna Kelurahan Wonokoyo Joko Purnomo mengatakan, saat ini Café Titik Senja baru saja berjalan selama 3 minggu. ”Ini awalnya karena teman-teman karang taruna setelah dapat pelatihan dari Dinsos mau diapakan,” terang Joko.
Baca Juga : Pj Wali Kota Kediri Zanariah Beri Arahan Guru Pendamping Khusus Sekolah Inklusi Kota Kediri
Joko menjelaskan setelah mendapat pelatihan mereka berniat membuat wisata kecil-kecilan. Akhirnya mereka memanfaatkan lahan irigasi warga untuk dijadikan café. Awalnya mereka hanya bermodal lahan parkir petani yang ada di tepi sawah.
Tapi kini sudah mulai berkambang dengan adanya spot nobar, UMKM dan tempat nongkrong. ”Kalau rencana ke depan mengembangkan wisatanya dan kami juga ada rencana ke edukasi pertanian,” ujar Joko.
Joko mengaku setiap hari para pengujungnya semakin bertambah. Rata-rata dalam sehari bisa mencapai 150 sampai 200 orang. Café Titik Senja sendiri buka mulai pukul 15.00 wIB sampai 24.00 WIB setiap hari.
