JATIMTIMES - Tidur merupakan kegiatan yang amat manusiawi dan merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup. Tentunya, setiap orang pasti butuh tidur untuk mengistirahatkan tubuh yang seharian sudah digunakan untuk aktivitas.
Meski begitu, dalam Islam tidur tidak bisa dilakukan sembarangan dan ada aturannya tersendiri. Aturan ini meliputi waktu kapan bisa tidur dan kapan dilarang untuk tidur.
Baca Juga : Khofifah Klaim Programnya Efektif Pangkas Kemiskinan Penduduk Jatim
Terkait dengan pelarangan waktu tidur, Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya yang dibagikan di channel YouTube Al Bahjah TV pernah menjelaskan mengenai dua waktu terlarang untuk tidur.
Waktu tidur terlarang yang pertama adalah setelah Ashar sampai dengan waktu Maghrib.
"Seperti yang telah disebutkan oleh Imam Haddad Rahimahullah, ada dua waktu yang jangan sampai kita lupa, kita lalaikan. Pertama adalah habis shalat Ashar sampai maghrib, yang kedua adalah habis Shalat Subuh sampai terbit matahari," Kata Buya Yahya, dikutip Selasa (8/7/2024).
Buya Yahya kemudian mengatakan jika tidur di waktu Ashar maka kita akan jauh dari rezeki batin.
"Kalau habis Shalat Ashar sampai Maghrib, kalau kita dengan Allah, maka itu jadi sebab kita diberi rizki batin, tentram hati dan sebagainya," katanya.
Waktu yang kedua adalah waktu Subuh. Di waktu Subuh, kita dianjurkan menghidupkan antara waktu Subuh sampai dengan terbit matahari, maka kata Buya di saat seperti itu Allah akan mudahkan kita mendapat rizki, lebih mudah, lebih cepat dari pada orang yang mulai pagi sudah keluar ke pasar.
"Kemudian bagi siapun yang menghidupkan, dalam hadis Nabi disebutkan 'barang siapa yang menghidupkan di antara waktu Shalat Subuh dengan sampai terbit matahari, maka Allah akan berikan rizki dzohir, duit dan sebagainya. Akan Allah beri rizki lebih banyak, lebih cepat dari pada orang yang mulai pagi sudah mulai kerja di pasar," Jelasnya.
Baca Juga : Membatalkan Puasa Sunnah Karena Disuguhi Makanan Saat Bertamu, Apakah Boleh?
Buya Yahya menegaskan tidur di waktu Subuh tidak haram. Hanya saja orang tersebut akan kehilangan banyak rezeki.
"Jadi bukan larangan harom, jadi habis Shalat Subuh tidur, ya tidur, akan tetapi itu hukumnya makruh," Tegas Buya Yahya.
"Dia akan kehilangan banyak hal, diantaranya rizki, rizkinya sempit," Lanjutnya.
Menurut Buya Yahya, dua waktu tersebut adalah istimewa. Sebab di dua waktu itu kita sebagai seorang umat Muslim dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tidur di waktu Ashar dan Subuh tidak dianjurkan dalam Islam.
