free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

QS Fatir 37 : Menjeritnya Penghuni Neraka Memohon untuk Kembali ke Dunia

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

29 - Feb - 2024, 17:18

Placeholder
Kitab Suci Al-Qur'an (pixabay

JATIMTIMES - Kengerian neraka dengan maupun dengan kisah penghuninya telah banyak dijelaskan dalam Alquran, khususnya Surat Fatir. Bahkan, dalam surah Makkiyah ini, para penghuni tak tahan begitu tersiksa teramat sangat sehingga memohon untuk kembali hidup di dunia.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, bahwa memang Surah Fatir ayat 37 tersebut menjelaskan tentang bagaimana penghuni neraka amat tersiksa dengan siksa pedih neraka. Sampai-sampai, mereka pun memohon untuk kembali dihidupkan di dunia guna memperbaiki masa lalunya.

Baca Juga : Mataram Terbagi Dua Sejak 1749 : Pangeran Mangkubumi Berkuasa di Yogyakarta sebagai Pakubuwono III

Lafal bacaan sjrah Fatir dalam Arab latin, yakni," Wa hum yaṣṭarikhụna fīhā, rabbanā akhrijnā na'mal ṣāliḥan gairallażī kunnā na'mal, a wa lam nu'ammirkum mā yatażakkaru fīhi man tażakkara wa jā`akumun-nażīr, fa żụqụ fa mā liẓ-ẓālimīna min naṣīr".  

Firman Allah SWT tersebut memiliki arti, "Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". 

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun"( QS Fatir 37).

Tafsir Ibnu Katsir perihal Surah Fatir ayat 37, bahwa Allah SWT akaj memberikan kabar orang-orang yang bahagia terlebih dulu. Setelah itu, Allah SWT memberikan kabar pada orang-orang celaka dan menjelaskan apa yang akan dialami mereka.

"Adapun penghuni neraka yang mana memang mereka merupakan penghuninya yang kekal, yakni orang-orang kafir, maka mereka tidak mati didalamnya, dan tidak pula hidup."

Kemudian, mereka para penghuni neraka memohon untuk Allah SWT mengeluarkan mereka dari neraka. Lantas mereka berkata,
"Ya Tuhan kami, keluarkan kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh..."

Allah SWT berfirman, bahwa tak ada seorang yang mampu menolong mereka dari azab pedoh ini. "Maka rasakanlah azab kami dan tidak ada orang-orang yang zhalim seorang penolongpun."

Namun Allah SWT maha mengetahui. Ketika mereka dihidupkan kembali ke dunia, maka apa yah diucapkannya hanya semu. Mereka kembali akan melakukan hal yang menjadi larangan Allah SWT. Allah SWT berfirman, "Apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup..."

Ap yang disampaikan Allah SWT ini telah jelas. Bahwa Allah SWT telah memberikan kesempatan yang cukup panjang. Jika seorang manusia dapat mengumpulkan manfaat sesuai jalan Allah SWT, maka niscaya Allah SWT akan selalu memberikan rahmat dan perlindungan kepadanya.

Baca Juga : P2BA-BIPA Unisma Lestarikan Cinta Bahasa Lewat Festival Bahasa

Sementara itu, terkait umur yang dijelaskan dalam ayat tersebut, dalam penafsiran beberapa ulama berbeda pendapat tentang umur dalam ayat tersebut.

Sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ali bin al-Husain Zainul Abidin ra, berkata, "Ukuran umur dalam ayat itu 17 tahun." 

Qatadah berkata, "Ketahuilah oleh kalian bahwa panjang umur adalah bukti. Maka kami berlindung kepada Allah dari mencela panjang umur."

Sementara itu, Husyaim berpendapat, jika umur seorang  manusia telah sampai 40 tahun, maka hendaknya seseorang itu waspada. " Jika salah seorang dari kalian telah mencapai empat puluh tahun, maka hendaklah ia waspada kepada Allah SWT."

Sednag Ibnu Abbas RA berkata bahwa kesempatan yang diberikan Allah kepada adalah 60 tahun. "Kesempatan yang diberikan oleh Allah kepada manusia dalam firman Allah ta'ala," yaitu enam puluh tahun. " 

Ada lagi riwayat daru Imam Ahmad, dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda, "Seungguhnya Allah ta'ala telah memberikan kesempatan kepada seorang hamba yang dihidupkan-Nya hingga mencapai 60-70 tahun, sungguh Allah SWT memberikan kesempatan untuknya, sungguh Allah SWT telah memberikan kesempatan untuknya."

Diriwayatkan Imam Ahmad dan an-Nasa'i, Imam Bukhari pada Bab Riqaaq dalam kitab shahihnya, "Jika seorang pemuda telah mencapai umur 60 tahun, maka hilangkan lah rasa gembira".


Topik

Pendidikan neraka penghuni neraka surat fatir



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya