Jatim Times Network Logo
×

This is a floating div.

Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Waspada, Konsumsi Obat Nyeri Bisa Rusak Ginjal, Begini Penjelasan Dokter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

01 - Oct - 2023, 18:19

Placeholder
Ilustrasi ginjal. (Foto: Istock/ericsphotography)

JATIMTIMES - Baru-baru ini Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Decsa Medika Hertanto, SpPD membagikan warning soal seberapa bahayanya obat nyeri bagi kesehatan ginjal. Cerita itu dibagikan Decsa melalui akun X (Twitter) pribadinya @decsamh. 

Menurut Decsa, yang kala itu tengah mengikuti kursus biopsi ginjal di Jepang menemukan materi tentang ginjal yang rusak karena mengonsumsi obat nyeri

Baca Juga : Hati-Hati, Obat Batuk Pilek yang Diklaim Cespleng Ini Berbahaya, Mengandung BKO

"Ikut kursus biopsi ginjal di jepang terus nemuin salah satu materi tentang ginjal yang rusak karena konsumsi obat nyeri, jadi keinget dulu ada pasien yang konsumsi obat jamu berkepanjangan, eh taunya ada kandungan obat nyerinya!," ungkapnya. 

Kasus pasien Decsa itu terjadi pada pria umur 46 tahun. Di mana saat itu, pasien diantar oleh sang anak datang dengan keluhan lemes, mual, dan kadang tidak nyaman di perut. Pasien juga sering mengeluh nyeri pada sendi dan pegal-pegal. "Seperti biasa jika ada nyeri sendi pasti dikira asam urat. Beli jamu asam urat lah si bapak," kata Decsa. 

Ternyata si pasien tersebut diketahui sudah mengonsumsi jamu asam urat selama 1 tahun. Sang anak pasien pun mengecek jamu bapaknya. 

"Pasien sudah konsumsi selama 1 tahun terakhir, terus karena ada keluhan yg makin memberat, si anak cek jamu itu, lalu ditunjukkan jamu yang dimaksud. Pas saya cek di website nya bpom ketemu, ternyata jamu tersebut mengandung bahan kimia obat," jelas Decsa. 

Lebih lanjut Decsa menjelaskan jika jamu yang dikonsumsi selama setahun terakhir oleh pasiennya mengandung natrium diclofenac, sejenis obat nyeri. 

"Obat nyeri ini meningkatkan risiko kerusakan ginjal jika dikonsumsi tidak tepat indikasi, tidak tepat dosis dan waktu pemakaian lama tanpa diawasi oleh dokter. Di kemasan obat ini juga sering disertakan efek sampingnya ke ginjal," jelasnya. 

Baca Juga : Unisma Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Biomedik

Lantas apa saja dampaknya? Menurut Decsa, dampak obat nyeri tersebut selain bisa menurunkan fungsi ginjal, juga bisa bikin luka dan perdarahan pada lambung. "Biasanya pasien mengeluh muntah darah hingga BAB hitam," tandas dia. 

Decsa pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat mengonsumsi obat atau jamu tradisional yang mengandung obat nyeri. 

"Ingat ya temen-teman, jika obat dan diresepkan dokter, kita bisa mengevaluasi dan memonitor efek samping tersebut. Namun jika jamu mengandung obat ini, kemudian diminum sesuka hati lalu ga ada yang memonitor kan bisa bahaya banget," tegasnya. 

"Selalu cek kalo mau beli jamu ya apakah ada izin edar, lalu baca termasuk dalam public warning nya bpom gak. Hal ini jg sama dengan obat nyeri yg dibeli tanpa resep dokter, jika ga membaik dalam 2-3 hari periksain ke dokter," pungkas Decsa. 


Topik

Kesehatan obat nyeri obat ginjal Decsa Medika Hertanto



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya