JATIMTIMES - Semarak perayaan HUT ke 78 Republik Indonesia masih terasa. Seperti halnya di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo yang mengadakan Pawai Budaya dengan peserta yang mengikuti kurang lebih 1.000 orang, Sabtu (26/8/2023).
Kepala desa (kades) Kayuputih, Suruji mengatakan bahwa diadakannya pawai tersebut merupakan dalam rangka memperingati dan turut memeriahkan HUT ke 78 RI di Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke 205.
Baca Juga : Grebek Arena Judi di Singosari, Libatkan 247 Personel Gabungan TNI - Polri
"Persiapannya kurang lebih 1 bualan rapat, koordinasi antar satu sama lain, hingga sampai terealisasi diadakannya pawai budaya yang diikuti oleh 1000 peserta ini," jelas Kades Suruji.
Selain itu, Suruji juga mengatakan pawai budaya tersebut juga sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang sudah turut membangun desa kayu putih. "Ini murni permintaan dari warga kami, kemudian untuk peserta merupakan seluruh warga dari 16 RT dan 3 lembaga pendidikan di wilayah kami (red- Desa Kayuputih)," ungkapnya.
Perlu diketahui, lanjut Suruji, dalam pawa budaya kali ini berbeda dengan pawai budaya sebelum-sebelumnya yang pernah desa Kayuputih adakan. "Tahun ini jauh lebih meriah dan banyak pesertanya, selain itu setiap kampung punya tradisi yang ditampilkan dan diperagakan," imbuhnya.
Kades Kayuputih itu berharap warganya bisa terhibur, mengingat adanya acara tersebut merupakan keinginanan warganya sendiri. "Ini bukti desa Kayuputih ada untuk warganya, mendengarkan aspirasi warganya, bahkan untuk biaya persiapan di setiap RT, desa juga turut membantu sebesar satu juta rupiah setiap RT," tegasnya.
Baca Juga : Kompetisi Nyanyi Lagu Daerah di Kota Malang Disambut Antusias Tinggi Masyarakat
Sementara itu, Sulis salah satu warga setempat yang juga mengikuti pawai budaya tersebut mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali memeriakan HUT ke 78 RI dengan pawai budaya seperti sebelum covid. "Senang mas, Rame persiapan mulai tadi jam 3 subuh, sangking semangatnya," tuturnya.
Bukan itu saja, Sulis bahkan mengatakan untuk mengikuti pawai budaya tersebut warga di RT tempatnya tinggal saling gotong royong untuk membuat hiasan dan ornamen serta kostum yang akan dikenakan. "Baju, hiasan, gerakan, tarian bahkan make up semua warga RT 05 saling bantu gak pakai ke salon kencantikan dan Sewa baju, semuanya full hasil Gotong Royong," pungkasnya.
