PKB Terang-terangan Ajak PKS dan Demokrat Gabung Koalisi Bareng Gerindra Menuju Pilpres 2024 | Madiun TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

PKB Terang-terangan Ajak PKS dan Demokrat Gabung Koalisi Bareng Gerindra Menuju Pilpres 2024

Jun 20, 2022 13:09
PKB, Demokrat dan PKS (Foto: IST)
PKB, Demokrat dan PKS (Foto: IST)

JATIMTIMES - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid terang-terangan mengajak PKS dan Partai Demokrat (PD) untuk bergabung bersama PKB dan Partai Gerindra menuju Pilpres 2024 mendatang. 

Di sisi lain, Jazilul mengatakan hingga kini komunikasi dengan PKS dan Demokrat tetap terjalin dengan baik. Adapun PKB sebelumnya telah mewacanakan membentuk 'Koalisi Semut Merah' dengan PKS dan Demokrat.

Baca Juga : Hadapi Pemilu 2024, DPC Gerindra Tuban Pemanasan Roadshow Internal

"Tentu (ajak Demokrat dan PKS), semua tergantung proses akhirnya. (Koalisi]=) Semut Merah juga masih terjalin komunikasinya," kata Jazilul. 

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR itu mengatakan, wacana menduetkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masih di tahap awal.

Ia juga mengungkapkan PKB menerima masukan dari kader agar Cak Imin maju sebagai capres di 2024 mendatang. Oleh sebab itu, semua kemungkinan masih tetap terbuka, termasuk berkoalisi dengan PKS dan Demokrat.

Jazilul pun menanggapi sindiran Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief yang menyebutkan koalisi PKB-Gerindra terlalu dipaksakan. Ia mengaku tidak mempermasalahkan sindiran itu sebab semua kemungkinan masih terbuka.

Sebelumnya, Partai Gerindra dan PKB sepakat untuk bekerja sama jelang Pemilu 2024 setelah Cak Imin bertemu dengan Prabowo di kediaman Menteri Pertahanan itu di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6/2022) malam.

Prabowo mengatakan, sebagai ketua umum partai dengan konstituen besar, ia merasa memiliki tanggung jawab menyukseskan agenda negara pada 2024 mendatang.

Respons PKS dan Demokrat terkait kesepakatan PKB dan Gerindra

Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan, PKS tidak terlalu mempersoalkan keputusan yang diambil PKB dan Gerindra.

"Biarkan saja yang berpacaran saling meminang, kalau memang sampai ke tempat perjodohan berarti selamat jalan dan sukses. Semoga yang belum juga akan melanjutkan," ujar Aboe.

Baca Juga : Munas Kota Blitar Rekomendasikan PDIP Usung Ganjar-Puan sebagai Capres-Cawapres

Ia lantas menilai berbagai format koalisi yang saat ini telah terbentuk masih bersifat cair. Artinya, koalisi ini masih berpotensi mengalami perubahan, termasuk untuk PKS.

Sementara Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengibaratkan penjajakan koalisi antara PKB dan Gerindra layaknya pasangan yang dipaksa menikah.

"Kami menghargai itu, ibarat anak gadis, mungkin dipaksa menikah oleh orang tuanya," kata Andi.

Namun demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci siapa pihak yang memaksa keduanya menikah atau berkoalisi. Andi juga tak menjelaskan konteks argumennya soal pernikahan paksa PKB-Gerindra itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
koalisi pkb gerindra Pilpres 2024

Berita Lainnya