Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Tren Syuting Konten YouTube di Lokasi Kecelakaan di Tulungagung Tuai Pro dan Kontra

Penulis : Anang Basso - Editor : Yunan Helmy

03 - Mar - 2022, 20:33

Placeholder
Ilustrasi / Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES - Pembuatan konten video  di lokasi musibah seperti tempat terjadinya Kecelakaan atau bencana alam seakan menjadi tren.  Fenomena itu juga terjadi di Kabupaten Tulungagung.

Masih ingat kejadian kecelakaan di Jembatan Ngujang 2 pada Agustyan 2020? Pembuatan konten mistis di Jembatan Ngujang 2 justru mendapatkan kecamatan dari netizen. Bahkan, kepala desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, saat itu juga menyayangkan lokasi musibah kecelakaan di desanya dijadikan tempat syuting konten oleh YouTuber.

Baca Juga : Tidur di Becak yang Tertutup Plastik, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia

Kemudian pada bulan September tahun 2020, warga juga menolak lokasi tenggelamnya korban di Sungai Song, Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, dijadikan lokasi syuting konten misteri.

Pemilik konten YouTube di Tulungagung, IS (bukan nama sebenarnya) tidak mempermasalahkan jika lokasi musibah langsung dijadikan tempat syuting. "Terlepas dari setuju dan tidak, yang penting niatnya," kata pria punya channel musik ini.

Namun, bagi IS, etika meminta izin atau permisi kepada pihak terkait menjadi kunci untuk mengurangi cemoohan pemirsa channel yang dikelola.

"Ada dua faktor. Yang satu sisi ingin tahu dan menelisik secara mistis. Di sisi lain biasa nitizen Indonesia ada yang pro dan kontra," imbuhnya.

Senada dengannya, YouTuber lain yakni WA (initsal) yang punya subscribers ratusan ribu, mengatakan tidak mempermasalahkan selama tidak melanggar aturan YouTube sendiri.

"Yang jelas dalam YouTube ada peraturan dilarang menampilkan kekerasan, darah dan anak anak dan juga perlindungan binatang," kata WA, melalui pesan ke media JatimTimes.

Baca Juga : Petinju Hero Tito Dikabarkan Meninggal, Ini Fakta Sebenarnya

Terlepas dari pro dan kontra, tema konten juga menyesuaikan dengan isi yang ditampilkan. "Sebenarnya tidak masalah. Kan kontennya tentang misteri. Jadi, sebetulnya netizen itu bebas," ujarnya. Semakin banyak bully-an, peluang viral mungkin besar," imbuhnya.

Jika ada yang tidak suka dan memberi penilaian miring, pemilik akun dapat melakukan filter agar komentar negatif tidak dapat dibaca publik.

Jadi, sebetulnya bagian komentar bisa diedit dan komentar bisa difilter dan bisa dikasih kata kunci. Misalnya yang komen negatif bisa kena filter sehingga tidak muncul di kolom komentar.

Dari informasi yang dihimpun, beberapa aktivitas pengambilan video di lokasi kecelakaan bus vs KA sudah dilakukan. Warga dan relawan penunggu perlintasan tidak kenal siapa orang-orang yang datang pasca-terjadinya musibah itu.


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy