Pertama di Dunia, India Setujui Vaksin Covid-19 Berbasis DNA, Seberapa Efektif? | Madiun TIMES

Pertama di Dunia, India Setujui Vaksin Covid-19 Berbasis DNA, Seberapa Efektif?

Aug 21, 2021 09:02
Vaksin covid-19 (Foto: Indicator.gr)
Vaksin covid-19 (Foto: Indicator.gr)

INDONESIATIMES - Pertama di dunia, India memberikan izin darurat dalam penggunaan vaksin covid-19 berbasis DNA. Vaksin tersebut dinamai dengan vaksin ZyCoV-D. 

Vaksin itu menggunakan bagian materi genetik dari virus yang memberikan instruksi baik sebagai DNA atau RNA untuk membuat protein yang direspons sistem kekebalan.

Baca Juga : Besok Fenomena Langka Blue Moon, Benarkah Bulan Akan Jadi Biru?

 

Regulator obat India memberikan emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin covid-19 Zydus Cadila ini pada usia dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas. 

Pemberian EUA dimaksud untuk memperluas cakupan vaksinasi pada semua usia dewasa yang memenuhi syarat sampai bulan Desember karena negara masih dibayangi kemungkinan gelombang ke-4 covid-19.

Dilansir melalui laman Al Jazeera, tak seperti kebanyakan vaksin covid-19 yang selama ini membutuhkan dua dosis, vaksin ZyCoV-D ini diberikan dalam tiga dosis. Perusahaan pembuat vaksin, Cadila Healthcare Ltd, disebut akan memproduksi 100 juta hingga 120 juta dosis vaksin ZyCoV-D setiap tahun.

Vaksin Zydus Cadila, yang dikembangkan bermitra dengan Departemen Bioteknologi, merupakan vaksin buatan dalam negeri kedua yang mendapatkan otorisasi darurat di India setelah Covaxin dari Bharat Biotech.

Pada Juli lalu, pembuat vaksin  mengatakan vaksin buatannya ini efektif untuk melawan varian baru covid, terutama varian Delta yang pertama diidentifikasi di India. Suntikan itu nantinya diberikan menggunakan aplikator bebas jarum sebagai lawan dari jarum suntik tradisional. Tentunya dengan diberikan injektor bebas jarum sekali pakai yang menggunakan aliran sempit cairan untuk menembus kulit dan melakukan suntikan ke jaringan yang tepat.

Baca Juga : Cerita Risma saat Manggul Beras demi Warga Miskin di Surabaya

 

"Memiliki vaksin DNA yang bekerja melawan infeksi adalah sesuatu hal yang besar. Jika itu memberikan perlindungan yang baik, ini adalah sesuatu yang akan dibanggakan India," kata Dr Gagandeep Kang, seorang ahli virologi di India.

Lantas seberapa efektifkah vaksin tersebut dalam mencegah covid-19?  Vaksin ZyCoV-D dengan tiga dosis ini diklaim efektif mencegah kasus covid-19 bergejala hingga 66 persen, menurut sebuah studi awal pembuat vaksin, Cadila Healthcare.

Sejauh ini, India telah memberikan lebih dari 570 juta dosis vaksin kepada warganya, dari tiga aksin yang mendapat EUA seperti Covishield, Covaxin dan Sputnik V. Diketahui, sekitar 13 persen usia dewasa telah divaksinasi lengkap, dan 47 persen lainnya telah menerima setidaknya 1 dosis sejak awal Januari lalu. 

Topik
Vaksin Covid 19 Vaksin terbaru dari India

Berita Lainnya