Angka Kematian Covid-19 di Usia Muda Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya | Madiun TIMES

Angka Kematian Covid-19 di Usia Muda Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya

Aug 06, 2021 10:14
Ilustrasi (Foto: Neuroscience News)
Ilustrasi (Foto: Neuroscience News)

INDONESIATIMES - Pandemi Covid-19 di Indonesia hingga kini masih menjadi momok masyarakat. Kematian akibat Covid-19 pun masih  tinggi. 

Bahkan angka kematian Covid-19 di usia muda yakni 31-45 tahun terus meningkat selama Juli 2021. Jika di bulan sebelumnya ada di angka 964 kasus, kali ini melonjak menjadi 5.159 kasus.

Baca Juga : Presiden Jokowi Disarankan untuk Disuntik Vaksin Nusantara yang Kini Masih Menjadi Polemik

Peningkatan juga terjadi di kelompok usia 46-59 tahun, menjadi 13.694 kasus. Hal itu disampaikan oleh Jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisamito. 

"Kenaikan kematian tertinggi di bulan Juni vs bulan Juli justru terjadi bukan di usia di atas 60 tahun," ujar Wiku. 

"Terjadinya justru pada kelompok usia 46-59 yang awalnya 2.500 naik menjadi sekitar 13.000. Naik 5 kali lipat kenaikan angka kematiannya," lanjutnya.

Menurut Wiku, salah satu faktor utama yang menyebabkan kematian karena saat ini banyak orang dengan usia muda yang terjangkit COVID-19. Faktor lain, kemungkinan ada hubungannya dengan penyebaran virus Covid-19 varian Delta (B1617.2) di Indonesia.

"Menurut WHO, varian Delta yang sudah ditemukan di hampir 132 negara di dunia telah menyebabkan kenaikan kasus sebesar 80 persen selama 4 minggu terakhir," ucap Wiku melalui konferensi pers BNPB, Kamis (5/4/2021).

Baca Juga : 1.100 Vial Vaksin Sinovac Kembali Datang ke Kota Malang

Selain itu, ia menyebut jika banyak pasien yang telat mendapatkan penanganan perawatan di rumah sakit, sehingga kondisinya semakin parah dan mengakibatkan meninggal dunia.

"Secara fakta kematian pada pasien dapat meningkat risikonya jika terlambat ditangani, maupun kepemilikan komorbid (penyakit bawaan)," paparnya.

Topik
Covid 19 kematian akibat covid 19 varian delta Virus Covid 19

Berita Lainnya