Fakta Baru Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio, Dokter Sebut Kondisi Heryanti Sehat hingga Kapolda Sumsel Ikut Diperiksa | Madiun TIMES

Fakta Baru Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio, Dokter Sebut Kondisi Heryanti Sehat hingga Kapolda Sumsel Ikut Diperiksa

Aug 05, 2021 09:08
Anak Akidi Tio, Heryanti (Foto: Bolong.id)
Anak Akidi Tio, Heryanti (Foto: Bolong.id)

INDONESIATIMES - Kasus dugaan hoaks sumbangan Rp 2 triliun Akidi tio hingga kini masih menjadi polemik. Bahkan, kabar terbarunya kondisi anak Akidi Tio Heryanti dikabarkan drop. 

Pada Selasa (3/8/2021) rumah Heryanti di kawasan Ilir Timur I, Palembang, Sumsel sampai didatangi oleh mobil ambulans. Dikatakan oleh salah seorang perawat yang datang jika mobil ambulans memang dipanggil atas permintaan keluarga karena kondisi kesehatan Heryanti yang menurun. Kemudian, Heryanti juga dikabarkan kesulitan bernapas sehingga harus menjalani perawatan di rumahnya sendiri. 

Baca Juga : Wali Kota Batu Tantang Warga Berpantun di Bulan Kemerdekaan

Lantas seperti apakah perkembangan terbaru dari ramainya sumbangan Rp 2 triliun ini?

1. Dokter ungkap kondisi Heryanti

Kini, fakta terbaru disebutkan jika kondisi Heryanti justru baik-baik saja dan tidak mengalami sesak napas. Hal itu disampaikan oleh Dokter RS Bhayangkara Muhammad Hasan Pelembang. Dokter tersebut memastikan jika kondisi Heryanti sehat dan tak menderita penyakit serius. 

Dokter Biddokes Polda Sumsel Komisaris Mansuri mengatakan, tidak ada penyakit yang mengkhawatirkan dari Heryanti. Saat diperiksa, Heryanti juga tak mengalami sesak napas. 

Mansuri mengaku memeriksa Heryanti sekitar 20 menit di rumahnya. "Kita pemeriksaan ringan, wawancara mengenai keadaannya. Sampai kita periksa tadi, tidak ada gejala sesak napas," katanya. 

Mansuri juga menyebut Heryanti menjawab pertanyaan dengan lancar. Tidak ada hal yang mengharuskan Heryanti dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Enggak ada sesak napas, enggak pakai tabung. Saturasinya bagus. Nadinya juga bagus," ujarnya.

2. Kapolda Sumsel ikut diperiksa

Terkait kasus sumbangan Rp 2 triliun dari Akidi Tio, Kapolda Sumsel pun turut dimintai keterangan. Diketahui, hingga kini dana tersebut belum muncul wujudnya karena saldo tidak mencukupi. 

Mabes Polri pun mengirim tim untuk memeriksa Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri. "Berkaitan dengan Kapolda Sumsel, ini dari Mabes Polri sudah menurunkan tim internal, yaitu dari Itwasum Mabes Polri dan dari Paminal Div Propam Polri," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Argo juga menjelaskan Mabes Polri ingin mengetahui peristiwa itu secara jelas dengan mengklarifikasi kepada Irjen Eko. Pemeriksaan akan dilakukan secara internal.

"Kita tunggu saja hasil daripada kegiatan penyelidikan dan pemeriksaan internal dari Mabes Polri. Itu perkembangan peristiwa di Palembang," imbuh Argo.

3. PPATK turun tangan

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ikut turun tangan menelusuri dana sumbangan Rp 2 triliun Akidi Tio tersebut. Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, dalam konteks analisis keuangan secara domestik, dana sumbangan itu bisa dikatakan mendekati bodong.

Baca Juga : Tidak Layak Konsumsi, Wagub Jatim Larang Pembagian Paket Beras Kemensos di Bangkalan

"Sebenarnya hampir mendekati, bisa mendekati kesimpulan. Kita masih ada beberapa informasi tambahan yang masih kita coba gali di lapangan. Tapi sebetulnya ini kalau di dalam konteks analisis keuangan secara domestik semuanya sudah clear. Sebetulnya ini bisa dikatakan, bisa dikatakan mendekati bodong," kata Dian dalam diskusi virtual yang dikutip dari kanal YouTube PPATK. 

Namun dikatakan Dian, pihaknya kini masih akan mencoba menggali lebih dalam di lapangan perihal sumber dana sumbangan tersebut. Terutama terkait adanya kemungkinan transfer dana dari luar negeri.

"Sebelum mungkin terjadi sesuatu hal, yang artinya pembuktian lain di dalam poin-poin lain yang terkait dengan kemungkinan-kemungkinan. Katakanlah kemungkinan transfer dana dari luar negeri ya. Yang ini pun sebetulnya juga bagian dari pemantauan PPATK, karena PPATK bisa melakukan monitoring terhadap keluar-masuknya dana," tuturnya.

Dian mengungkapkan, dari pemantauan PPATK hingga Selasa (3/8/2021), belum ada transaksi dana Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio.

"Sampai hari ini (Selasa), sampai sore ini bahkan sebetulnya uang yang dimaksud memang belum ada," ucap Dian.

Kemudian, pada Rabu (4/8/2021) PPATK menyampaikan kabar terbaru dan menyimpulkan jika bilyet giro senilai Rp 2 triliun itu tidak ada.  

"Sampai dengan hari kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada," kata Dian. 

Dian mengatakan, jika sejak sumbangan itu dipublikasi, PPATK menaruh perhatian khusus. Sebab, profil penyumbang tidak sesuai dengan jumlah yang akan disumbangkan, termasuk adanya keterlibatan pihak penerima dari kalangan pejabat publik.

Topik
sumbangan 2 triliun fakta baru sumbangan 2 t Akidi Tio kapolda sumsel

Berita Lainnya